Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    IHSG Merah tapi Tetap Menguat Sore Ini

    14-10-2026 - 16.55

    Rupiah Tertekan Harga Minyak Dunia

    14-10-2026 - 16.20

    Misi Ambisius Indonesia Menuju Langit Biru

    14-10-2026 - 14.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • IHSG Merah tapi Tetap Menguat Sore Ini
    • Rupiah Tertekan Harga Minyak Dunia
    • Misi Ambisius Indonesia Menuju Langit Biru
    • Strategi Jitu Kementan Kejar Swasembada Pangan
    • Wacana Pembagian HP Gratis Segera Realisasi
    • Misteri Gelombang PHK dan Polemik Upah Buruh
    • Krisis BBM Bali Bikin Antrean Mengular
    • Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Tertekan Harga Minyak Dunia
    Market

    Rupiah Tertekan Harga Minyak Dunia

    14-10-2026 - 16.2003 Mins Read0
    rupiah tertekan harga minyak dunia

    Faktual.news – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan meski dalam skala yang sangat tipis pada penutupan perdagangan Rabu (14/10) sore. Mata uang Garuda tercatat berakhir di level Rp17.903 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan penutupan pada sesi perdagangan sebelumnya, rupiah mengalami penurunan sebesar 3 poin atau setara dengan 0,02 persen.

    Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar keuangan yang tengah penuh ketidakpastian. Meskipun pelemahan yang terjadi tergolong sangat minim, pergerakan rupiah tetap menjadi sorotan para pelaku pasar di tengah fluktuasi mata uang lainnya di kawasan Asia dan global.

    Rupiah Tertekan Harga Minyak Dunia
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Secara umum, performa mata uang di kawasan Asia menunjukkan hasil yang beragam terhadap dolar AS. Sebagian besar mata uang tetangga Indonesia juga mengalami tekanan. Tercatat, peso Filipina mengalami penurunan sebesar 0,14 persen, disusul oleh dolar Singapura yang melemah 0,12 persen. Mata uang won Korea Selatan juga terpantau turun 0,14 persen, sementara yuan China mengalami penyusutan tipis sebesar 0,02 persen. Yen Jepang pun tidak luput dari tekanan dengan pelemahan sebesar 0,04 persen.

    Namun, tidak semua mata uang di Asia berada dalam zona merah. Ringgit Malaysia justru menunjukkan performa positif dengan penguatan sebesar 0,10 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, dolar Hong Kong terpantau bergerak stabil atau cenderung datar tanpa perubahan yang signifikan.

    Jika menilik pergerakan mata uang negara-negara maju, trennya pun sangat bervariasi. Dolar Australia mencatatkan penguatan yang cukup signifikan sebesar 0,36 persen. Pound sterling Inggris juga naik tipis 0,03 persen, dan dolar Kanada mengalami apresiasi sebesar 0,01 persen. Di sisi lain, franc Swiss melemah 0,07 persen dan euro Eropa mengalami penurunan tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.

    Menanggapi fenomena ini, analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya. Menurutnya, rupiah sebenarnya bergerak hampir mendatar, namun ada tekanan dari faktor eksternal yang cukup kuat.

    "Rupiah ditutup hampir datar, melemah tipis terhadap dolar AS, tertekan oleh kenaikan harga minyak," ungkap Lukman saat memberikan keterangan kepada faktual.news.

    Meskipun harga minyak dunia memberikan tekanan jual, Lukman menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tidak terjadi secara liar atau tajam. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor penyeimbang, yakni koreksi pada indeks dolar AS serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury (UST).

    Saat ini, para investor di pasar global cenderung mengambil sikap "wait and see" atau bersikap sangat berhati-hati. Mereka tengah menunggu rilis data ekonomi penting, terutama data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada Rabu malam waktu setempat. Data inflasi tersebut akan menjadi kompas utama bagi pasar dalam menentukan arah kebijakan moneter AS ke depan, yang pada akhirnya akan sangat memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      IHSG Merah tapi Tetap Menguat Sore Ini

      14-10-2026 - 16.55

      Misi Ambisius Indonesia Menuju Langit Biru

      14-10-2026 - 14.55

      Strategi Jitu Kementan Kejar Swasembada Pangan

      14-10-2026 - 14.20

      Wacana Pembagian HP Gratis Segera Realisasi

      14-10-2026 - 12.55

      Misteri Gelombang PHK dan Polemik Upah Buruh

      14-10-2026 - 12.20

      Krisis BBM Bali Bikin Antrean Mengular

      14-10-2026 - 10.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • IHSG Merah tapi Tetap Menguat Sore Ini
      • Rupiah Tertekan Harga Minyak Dunia
      • Misi Ambisius Indonesia Menuju Langit Biru
      • Strategi Jitu Kementan Kejar Swasembada Pangan
      • Wacana Pembagian HP Gratis Segera Realisasi

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.