Faktual.news – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan sekaligus menantang bagi para pelaku usaha di tanah air. Alih-alih bangga dengan jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus membengkak, Rosan justru menginginkan agar jumlah UMKM di Indonesia perlahan-lahan berkurang.
Pernyataan berani ini ia sampaikan dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta. Alasan di balik keinginan tersebut bukanlah untuk mematikan usaha rakyat, melainkan sebuah visi besar agar para pelaku usaha kecil dapat bertransformasi atau "naik kelas" menjadi entitas bisnis yang lebih kuat dan berskala besar.

Menurut Rosan, angka statistik yang menunjukkan jumlah UMKM mencapai puluhan juta tidak boleh hanya dijadikan sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan pengembangan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa pertumbuhan jumlah pelaku usaha tanpa adanya peningkatan skala bisnis hanyalah sebuah stagnasi yang tersembunyi di balik angka.
"Kalau saya bilangnya, saya pengennya UMKM di Indonesia itu makin berkurang, makin sedikit. Karena kalau jadi UMKM terus, kapan naik kelasnya?" ujar Rosan dengan tegas di hadapan para pengusaha.
Ia memberikan ilustrasi nyata mengenai target yang ingin dicapai. Rosan tidak ingin melihat angka 60 juta UMKM tetap bertahan di angka yang sama dari tahun ke tahun. Ia justru memimpikan adanya penurunan angka secara bertahap, misalnya dari 60 juta menjadi 50 juta, lalu 40 juta di tahun berikutnya. Penurunan angka ini bukan berarti jumlah pengusaha berkurang, melainkan karena mereka telah berhasil naik level menjadi pengusaha kecil, menengah, hingga akhirnya menjadi pengusaha besar yang mampu menggerakkan ekonomi nasional.
Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa tanggung jawab untuk mendorong transformasi ini tidak hanya berada di pundak pemerintah, tetapi juga merupakan kewajiban bagi para pengusaha besar yang tergabung dalam Kadin. Ia menyebut bahwa para pengusaha yang sudah mapan memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk membimbing serta membantu UMKM di berbagai daerah agar bisa tumbuh lebih besar.
Kadin, menurutnya, memiliki posisi yang sangat strategis sebagai jembatan penghubung antara potensi ekonomi di daerah dengan dunia usaha skala nasional. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan ekonomi di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi dapat terus meroket melalui penguatan kapasitas bisnis lokal.
Sebagai langkah konkret, Rosan mengungkapkan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi saat ini tengah menjalin kerja sama dengan sekitar 1.000 UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Kerja sama ini melibatkan nilai investasi dan pengembangan yang mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp20 triliun. Program ini diharapkan menjadi stimulus nyata bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi, manajemen, hingga teknologi mereka.
Di akhir pemaparannya, Rosan juga mengingatkan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan terletak pada investasi yang berkualitas. Investasi tersebut tidak boleh hanya sekadar masuk ke dalam negeri, tetapi harus mampu mendorong transfer pengetahuan, penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan bermutu bagi masyarakat.


