Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rupiah Terkapar Dolar AS Terus Menguat

    13-09-2026 - 23.55

    Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Pasokan Terancam

    13-09-2026 - 23.20

    Emas Antam Anjlok Drastis Investor Wajib Lihat

    13-09-2026 - 21.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Rupiah Terkapar Dolar AS Terus Menguat
    • Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Pasokan Terancam
    • Emas Antam Anjlok Drastis Investor Wajib Lihat
    • BRICS Siap Guncang Pasar Pangan Global
    • 13 Ribu Dapur Makan Gratis Terancam Ditutup BGN Tak Main Main
    • SPBU Nakal Tamat Pertamina Jamin BBM Aman
    • Terkuak Kebenaran Isu Cukai Rokok Politisi Ini
    • Sulsel Geger Aturan Baru Isi BBM Wajib Tahu
    Faktual News
    Home - Market - Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Pasokan Terancam
    Market

    Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Pasokan Terancam

    13-09-2026 - 23.2003 Mins Read0
    minyak dunia tembus 100 dolar pasokan terancam

    faktual.news – Harga minyak mentah global kembali menggila melampaui level 100 dolar AS per barel, sebuah pencapaian yang menandai rekor tertinggi dalam hampir empat bulan terakhir. Lonjakan fantastis ini didorong oleh meningkatnya kecemasan akan terganggunya pasokan energi dunia akibat eskalasi konflik di jalur pelayaran vital Timur Tengah.

    Mengutip laporan terbaru, minyak Brent tercatat melonjak 1 persen atau 1,05 dolar AS, mencapai 108,68 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tak ketinggalan, ikut terkerek 1 persen atau 95 sen, bertengger di angka 103,45 dolar AS per barel. Kedua patokan harga ini sebelumnya sudah melesat lebih dari 6 persen pada perdagangan hari sebelumnya, dan secara mingguan, masing-masing telah menguat hampir 13 persen, menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli lalu.

    Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Pasokan Terancam
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Pemicu utama gejolak harga ini adalah memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah, khususnya ancaman terhadap jalur distribusi minyak. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran, baru-baru ini dilaporkan berhasil menguasai pelabuhan Mocha di Yaman, menambah daftar panjang risiko bagi lalu lintas kapal di Laut Merah yang krusial.

    Tak hanya itu, aktivitas pelayaran di Teluk juga masih terhambat oleh kekacauan di Selat Hormuz, sebuah choke point vital bagi pasokan minyak global. Serangan terhadap kapal tanker di wilayah tersebut juga dilaporkan kian intensif dalam beberapa hari terakhir, memperparah ketidakpastian.

    Eskalasi konflik semakin meluas dengan serangan dari Yaman terhadap fasilitas energi Arab Saudi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius bahwa gangguan pasokan minyak dapat berlangsung lebih lama dan berpotensi merembet ke berbagai kawasan lain, menciptakan krisis energi global yang lebih dalam.

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut angkat bicara, memperingatkan kemungkinan serangan AS terhadap Pickaxe Mountain di Iran, lokasi yang berdekatan dengan fasilitas pengayaan uranium Natanz yang sebelumnya telah mengalami kerusakan parah. Trump juga mengisyaratkan bahwa konflik ini akan mereda setelah pemilihan sela AS pada November mendatang.

    Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, memprediksi bahwa harga minyak berpotensi kembali menguji level puncaknya jika ketegangan terus memburuk. "Dengan situasi yang terus memanas dan Iran menunjukkan kesiapan untuk memperluas serta memperpanjang konflik ini selama dan seluas mungkin, kemungkinan minyak mentah WTI kembali menguji level tertinggi 119,48 dolar AS yang dicapai pada awal Maret semakin besar," jelas Sycamore.

    Di tengah kegelisahan pasokan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) justru kembali memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk tahun 2026. Pemangkasan sebesar 380 ribu barel per hari (bph) ini menjadi revisi turun kelima kalinya secara berturut-turut, sebuah indikasi adanya ketidakpastian jangka panjang di pasar.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Rupiah Terkapar Dolar AS Terus Menguat

      13-09-2026 - 23.55

      Emas Antam Anjlok Drastis Investor Wajib Lihat

      13-09-2026 - 21.55

      BRICS Siap Guncang Pasar Pangan Global

      13-09-2026 - 21.20

      13 Ribu Dapur Makan Gratis Terancam Ditutup BGN Tak Main Main

      13-09-2026 - 18.55

      SPBU Nakal Tamat Pertamina Jamin BBM Aman

      13-09-2026 - 18.20

      Terkuak Kebenaran Isu Cukai Rokok Politisi Ini

      13-09-2026 - 16.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Rupiah Terkapar Dolar AS Terus Menguat
      • Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Pasokan Terancam
      • Emas Antam Anjlok Drastis Investor Wajib Lihat
      • BRICS Siap Guncang Pasar Pangan Global
      • 13 Ribu Dapur Makan Gratis Terancam Ditutup BGN Tak Main Main

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.