faktual.news – Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusan dalam pengembangan energi bersih. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi membuka penawaran bagi perusahaan swasta untuk menggarap tujuh proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar. Namun, Bahlil juga telah menyiapkan strategi cadangan yang tak kalah menarik, yaitu pengambilalihan proyek oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) jika minat dari sektor swasta kurang atau penawaran harga tidak kompetitif.
Bahlil menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya masif pemerintah untuk mempercepat transisi energi. Menurutnya, ada tujuh proyek PLTS yang kini siap dilelang. Para pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) diundang untuk berpartisipasi dalam pembangunan instalasi energi surya strategis ini. "Tim akan melaksanakan tender sesuai arahan Bapak Presiden. Prioritas utama kami adalah mendorong partisipasi IPP," ungkap Bahlil dalam acara peluncuran Program PLTS 100 GWp, seperti dikutip dari tayangan Sekretariat Presiden pada Selasa (25/8).

Menteri Bahlil menjelaskan, proyek-proyek PLTS ini akan diserahkan kepada IPP yang mampu memberikan penawaran harga paling bersaing dan efisien. Namun, jika dalam proses tender tidak ada perusahaan swasta yang menunjukkan minat serius atau penawaran yang diajukan tidak memenuhi standar kompetitif, pemerintah tidak akan tinggal diam. "Jika harga yang ditawarkan kompetitif, kami serahkan kepada IPP. Namun, bila tidak ada minat atau penawaran tidak kompetitif, pemerintah akan mengambil alih pengerjaan melalui Danantara, dengan pembiayaan yang efektif, efisien, dan terjangkau sesuai arahan Presiden," tegasnya.
Program ambisius PLTS 100 Giga Watt-peak (GWp) ini direncanakan akan digenjot secara agresif dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Peresmian pembangunan awal atau groundbreaking program ini telah dilaksanakan di Gilimanuk, Bali, pada tanggal yang sama. Sebagai langkah awal, pemerintah telah meluncurkan 14 proyek PLTS di enam provinsi berbeda, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau, dengan total kapasitas mencapai sekitar 5,3 GWp. Beberapa proyek percontohan yang telah dimulai antara lain PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur 134 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, dan PLTS Pulau Rengit 0,078 MWp.
"Untuk hari ini, kami telah melakukan groundbreaking untuk kapasitas 5,3 gigawatt, dan khusus di Bali sendiri akan ada 1.000 megawatt ditambah dengan sistem baterai," jelas Bahlil.
Berikut adalah daftar tujuh proyek PLTS strategis yang siap memasuki tahap tender:
- PLTS Purwakarta (lahan Bank Tanah) dengan kapasitas 69 Megawatt peak (MWp).
- PLTS Terapung Jatiluhur berkapasitas 1.688 MWp.
- PLTS Terapung Cirata dengan daya 1.250 MWp.
- PLTS Terapung Jatigede sebesar 636 MWp.
- PLTS Madura berkapasitas 605 MWp.
- PLTS Gilimanuk dengan daya 300 MWp.
- PLTS Buleleng berkapasitas 118 MWp.


