faktual.news – Langkah monumental diambil Presiden Prabowo Subianto di Jembrana Bali Selasa 25 Agustus. Ia secara resmi meluncurkan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS berkapasitas total 100 Gigawatt peak GWp yang diproyeksikan mengubah wajah energi nasional.
Dalam pidato peresmian yang disiarkan secara daring Prabowo menegaskan komitmennya. "Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi saya luncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GWp" ujarnya. Tahap awal proyek ambisius ini akan dimulai dengan pembangunan 14 PLTS di berbagai provinsi termasuk Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Bali Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau dengan total kapasitas awal 53 GWp.

Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa. Prabowo menggarisbawahi urgensi PLTS 100 GWp sebagai pilar utama menuju swasembada energi nasional. Targetnya sungguh ambisius yakni rampung dalam tiga tahun bahkan ia berharap bisa dipercepat menjadi dua tahun.
Acara peluncuran sekaligus peletakan batu pertama groundbreaking digelar di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali Gilimanuk Kabupaten Jembrana. Menteri Sekretaris Negara Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.
Menurut Prasetyo Hadi program raksasa ini dirancang untuk memperkokoh kemandirian dan ketahanan energi Indonesia sekaligus secara drastis mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Presiden Prabowo sendiri telah menginstruksikan agar seluruh kapasitas 100 GWp PLTS ini tuntas pada tahun 2029 dengan proyeksi penghematan biaya listrik mencapai Rp739 triliun setiap tahun.
Dalam jangka pendek pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS pada tahun 2026 seraya menghentikan operasional 13 GW Pembangkit Listrik Tenaga Diesel PLTD. Potensi energi surya Indonesia yang luar biasa mencapai 3294 GWp masih jauh dari termanfaatkan mengingat kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 15 GWp.
Pembangunan 100 GWp PLTS ini akan dilakukan secara bertahap meliputi Tahap I sebesar 17 GWp Tahap II 18 GWp dan Tahap III 30 GWp. Lebih dari sekadar solusi energi program ini digadang-gadang sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi besar pada pembangkit baterai dan jaringan. Ini juga akan memperkuat industri solar PV domestik serta menciptakan ribuan lapangan kerja hijau green jobs.


