faktual.news – Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika kembali bergemuruh, menjadi saksi bisu lahirnya calon-calon bintang balap Indonesia. Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) putaran keempat sukses dihelat, bukan sekadar ajang adu cepat, melainkan kawah candradimuka yang menggembleng talenta motorsport Tanah Air menuju panggung dunia. Kompetisi ini menawarkan pengalaman berharga bagi para pembalap untuk merasakan atmosfer lintasan berstandar global, serupa dengan arena balap kelas MotoGP.
Ratusan pembalap muda dan berpengalaman turut meramaikan gelaran ini. Tercatat 80 rider berlaga di kelas National Sport 150, National Sport 250, Super Sport 600, serta Indonesia Junior Talent Cup U-15. Tak ketinggalan, 28 pembalap lainnya unjuk gigi di kelas pendukung Underbone 150 dan Junior Sport U-18. Angka partisipasi yang tinggi ini menunjukkan antusiasme besar terhadap pengembangan bakat balap di Indonesia.

Irfan Hadiansah, pembalap asal Semarang yang sudah menjadi langganan MRS sejak 2024, mengungkapkan betapa vitalnya ajang ini bagi progres karirnya. Menurutnya, keberadaan kelas junior khusus U-15 menjadi fondasi penting dalam membangun jenjang pembinaan yang terstruktur. "Adanya kelas junior itu jelas membentuk tangga untuk naik ke level yang lebih tinggi. Ini sangat bagus dan semoga bisa terus dipertahankan setiap tahun," harap Irfan, menegaskan pentingnya konsistensi penyelenggaraan.
Senada dengan Irfan, Chandra Hermawan dari Lumajang, yang telah tiga tahun merasakan sengitnya persaingan di MRS, menekankan urgensi kompetisi di sirkuit kelas dunia untuk menjaga regenerasi pembalap. "Anak-anak muda harus sering balapan di sini. Kita butuh bibit unggul yang terus dikembangkan setiap tahunnya," ujar Chandra. Ia berharap MRS terus maju dan mampu melahirkan lebih banyak rider berkualitas yang siap bersaing di kancah internasional.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa Pertamina Mandalika Racing Series merupakan bagian integral dari strategi pengembangan talenta balap Indonesia. "Melalui MRS, pembalap mendapatkan kesempatan emas untuk menambah jam terbang, mengasah kemampuan teknis, membangun mental juara, serta merasakan langsung persaingan di lintasan internasional. Pengalaman ini krusial sebagai bekal mereka menuju jenjang yang lebih tinggi," papar Baron.
Baron menambahkan, dukungan Pertamina terhadap dunia motorsport tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan event semata. Lebih dari itu, Pertamina bertekad membangun sebuah ekosistem yang terintegrasi, mulai dari pembinaan bibit muda, kompetisi nasional, hingga membuka jalan menuju pentas balap global. "Kami ingin menciptakan ruang bagi talenta Indonesia untuk berkembang pesat. Dari kompetisi di tingkat nasional, mereka akan memiliki bekal mumpuni untuk melangkah ke panggung motorsport dunia," pungkasnya.
Pertamina Mandalika Racing Series adalah pilar utama dalam ekosistem motorsport yang terus diperkuat di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Dukungan terhadap pembinaan dan kompetisi nasional ini selaras dengan kehadiran event balap kelas dunia, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan pada 9-11 Oktober 2026, menegaskan posisi Mandalika sebagai pusat motorsport regional dan global.


