Faktual News – Prospek pasar modal Indonesia di tahun 2026 diprediksi kian menggeliat dengan kabar menarik dari PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI). Perusahaan sekuritas ini secara ambisius menyatakan kesiapannya untuk mengantar antara tujuh hingga delapan perusahaan ke lantai bursa melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Sebuah sinyal kuat bagi geliat investasi domestik dan kepercayaan terhadap potensi pertumbuhan ekonomi nasional.
Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh President Director KISI, Kyoung Hun Nam, di sela-sela acara bergengsi "KISI Challenge The Next Wave" yang berlangsung pada 27 Februari 2026. "Jumlah perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline KISI mencapai sekitar tujuh hingga delapan entitas," ungkap Kyoung Hun Nam. Ia secara spesifik menyoroti bahwa di antara calon emiten tersebut, terdapat perusahaan-perusahaan yang ia sebut sebagai "mercusuar" atau lighthouse, dengan nilai aset fantastis, berkisar antara Rp2 hingga Rp3 triliun.
Kyoung Hun Nam juga merinci bahwa perusahaan-perusahaan yang siap diboyong KISI ke pasar modal ini berasal dari sektor-sektor vital perekonomian, meliputi perbankan, pariwisata, pertambangan, hingga infrastruktur. Keberagaman sektor ini mengindikasikan optimisme KISI terhadap potensi pertumbuhan di berbagai lini bisnis strategis nasional, sekaligus menawarkan diversifikasi pilihan bagi para investor.
Di sisi lain, geliat pasar IPO juga tercermin dari data Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas bursa tersebut mencatat, saat ini sudah ada delapan perusahaan yang secara resmi masuk dalam daftar calon emiten yang siap melakukan IPO. Dari total tersebut, lima di antaranya merupakan perusahaan skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar, sementara tiga lainnya masuk kategori perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Jika dilihat dari sebaran sektor, pipeline BEI menunjukkan dua perusahaan berasal dari sektor bahan baku dan dua dari sektor keuangan. Sisanya, masing-masing satu perusahaan mewakili sektor non-siklikal, energi, industrial, dan transportasi. Komposisi ini menegaskan minat yang luas dan merata dari berbagai segmen industri untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan dan ekspansi bisnis. Dengan demikian, tahun 2026 berpotensi menjadi periode yang dinamis bagi pasar modal Indonesia, didorong oleh ambisi KISI dan minat kuat dari berbagai perusahaan untuk melantai di bursa.
