Faktual News melaporkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menukik tajam pada perdagangan sesi I, Kamis (19/6/2025). Penutupan sesi pertama di angka 7.007,81 menandai penurunan 1,41 persen dari pembukaan di 7.107,78. Data perdagangan dari faktual.news menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, dengan volume transaksi mencapai 14,99 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp7,50 triliun. Meskipun frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 859 ribu kali, dominasi saham terkoreksi (568 saham) jauh mengungguli saham yang menguat (85 saham). Sisanya, 144 saham, stagnan.
Kinerja IHSG yang buruk ini ternyata diikuti oleh seluruh sektor. Sektor transportasi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 3,10 persen. Sektor bahan baku dan properti juga mengalami penurunan signifikan, masing-masing sebesar 2,47 persen dan 1,95 persen. Sektor energi dan keuangan juga ikut tergerus, masing-masing turun 1,55 persen dan 1,50 persen. Pelemahan juga terlihat di sektor teknologi (1,42 persen), industri dan siklikal (1,25 persen), non-siklikal (1,20 persen), infrastruktur (1,04 persen), dan kesehatan (1,02 persen). Tidak ada satu pun sektor yang mampu bertahan dari tekanan jual yang masif.

Tren negatif ini sejalan dengan pelemahan bursa Asia. Hang Seng Index Hong Kong ambruk 1,88 persen, Shanghai Composite Index anjlok 1,00 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo melemah 0,86 persen. Kondisi ini mengindikasikan sentimen pasar global yang kurang kondusif. Analis pasar kini tengah mencermati penyebab utama penurunan IHSG ini dan dampaknya terhadap perdagangan selanjutnya. Apakah ini hanya koreksi sementara, atau pertanda penurunan yang lebih dalam? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
