Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan sesi pertama pada hari Senin dengan catatan positif, menembus zona hijau. Indeks acuan bursa domestik ini ditutup di level 8.625,65, menguat tipis 0,19 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 8.609,55. Kinerja impresif ini tak lepas dari dorongan kuat sektor energi yang tampil sebagai motor penggerak utama.
Berdasarkan data statistik dari RTI Business, aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai. Sebanyak 25,42 miliar lembar saham berpindah tangan melalui 1,94 juta kali transaksi, dengan total nilai transaksi mencapai Rp13,34 triliun. Meskipun demikian, dinamika pasar menunjukkan adanya tekanan pada sebagian saham; tercatat 409 saham mengalami koreksi, sementara 250 saham berhasil menguat, dan 144 saham lainnya stagnan.
Mayoritas sektor saham menunjukkan performa positif, menopang laju IHSG. Sektor energi menjadi bintang utama dengan kenaikan signifikan 2,19 persen, diikuti oleh sektor bahan baku yang melonjak 1,45 persen. Tak ketinggalan, sektor transportasi menguat 0,84 persen, sektor industrial naik 0,73 persen, sektor kesehatan bertumbuh 0,23 persen, dan sektor siklikal turut menyumbang penguatan 0,14 persen.
Namun, tidak semua sektor mampu mempertahankan momentum positif. Sejumlah sektor justru harus menghadapi tekanan jual yang cukup dalam. Sektor teknologi mencatat penurunan paling tajam sebesar 1,95 persen, disusul oleh sektor infrastruktur yang terkoreksi 1,02 persen. Sektor properti melemah 0,68 persen, sektor keuangan turun 0,37 persen, dan sektor non-siklikal juga tak luput dari tekanan, merosot 0,17 persen.
Sentimen positif dari pasar domestik juga sejalan dengan pergerakan bursa saham di kawasan Asia. Mayoritas indeks utama di Asia kompak menguat, memberikan sinyal optimisme global. Indeks Nikkei 225 Tokyo melonjak 1,77 persen, Hang Seng Index Hong Kong menguat tipis 0,18 persen, sementara Shanghai Composite Index di Shanghai juga bertumbuh 0,64 persen. Kinerja IHSG yang bertahan di zona hijau pada sesi pertama ini, didukung oleh sektor energi dan sentimen positif regional, menunjukkan resiliensi pasar di tengah dinamika ekonomi yang ada.
