Faktual News – Pasar modal Indonesia menutup pekan perdagangan terakhir sebelum libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan catatan yang kurang menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu mempertahankan momentum positif, justru tergelincir ke zona merah pada penutupan sesi Jumat, 13 Februari 2026. Indeks acuan ini anjlok 0,64 persen, mendarat di level 8.212,27, setelah sebelumnya berada di 8.265,35.
Data dari RTI Business mengindikasikan dominasi sentimen negatif di pasar. Sebanyak 408 saham harus terkoreksi, jauh melampaui 267 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 148 saham lainnya terpantau stagnan sepanjang hari. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume mencapai 49,40 miliar saham, ditopang oleh 2,85 juta kali transaksi, dan total nilai transaksi yang fantastis sebesar Rp24,41 triliun.

Pelemahan ini tidak hanya menimpa IHSG sebagai indeks utama. Seluruh indeks domestik lainnya juga kompak ditutup di teritori negatif. IDX30 merosot 0,91 persen ke 431,88, disusul LQ45 yang anjlok lebih dalam 1,16 persen ke 829,67. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turut melemah 0,94 persen menjadi 564,31, dan Sri-Kehati tak luput dari koreksi, turun 0,93 persen ke 389,00.
Analisis sektor menunjukkan bahwa mayoritas pilar ekonomi ikut terseret dalam arus pelemahan. Sektor infrastruktur menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 1,23 persen. Disusul oleh sektor bahan baku yang melemah 1,06 persen, sektor kesehatan merosot 0,96 persen, dan sektor keuangan yang juga terkoreksi 0,68 persen. Bahkan, sektor teknologi (-0,61%), non-siklikal (-0,56%), dan properti (-0,28%) tak luput dari tekanan jual.
Namun, di tengah gelombang merah yang melanda, beberapa sektor berhasil menunjukkan ketahanan dan bahkan menguat. Sektor transportasi memimpin dengan kenaikan impresif 1,66 persen. Energi juga menunjukkan performa solid dengan pertumbuhan 1,32 persen. Sektor siklikal bertambah 0,95 persen, dan sektor industrial turut mengukir kenaikan 0,81 persen, memberikan sedikit harapan di tengah sentimen negatif pasar.
Di daftar saham-saham pilihan, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi top gainers yang paling menonjol. Sebaliknya, PT Hillcon Tbk (HILL), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Agung Podomoro Land (APLN) harus rela masuk daftar top losers. Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Sentul City Tbk (BKSL) menjadi yang paling aktif diperdagangkan.
Dengan ditutupnya perdagangan pada Jumat ini, pasar modal Indonesia akan memasuki jeda libur panjang pada 16-17 Februari 2026 dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Aktivitas bursa akan kembali normal pada Rabu, 18 Februari 2026. Periode libur ini diharapkan dapat menjadi waktu bagi investor untuk meresapi kondisi pasar dan merancang strategi baru menjelang pembukaan kembali.
