Faktual News Menutup perdagangan hari ini, Jumat (22/7/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan yang cukup signifikan. Setelah beberapa hari sebelumnya menunjukkan tren positif, IHSG justru ambles 0,72 persen ke level 7.344,73. Bandingkan dengan pembukaan perdagangan di angka 7.398,19. Ini menjadi pukulan bagi investor yang sebelumnya menikmati penguatan IHSG sejak 7 hingga 21 Juli 2025, di mana indeks bergerak dalam rentang 6.900,93 hingga 7.398,19.
Data RTI Business menunjukan perdagangan hari ini cukup aktif. Tercatat 30,80 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 2,03 juta kali, menghasilkan total nilai transaksi Rp19,78 triliun. Namun, aktivitas perdagangan yang tinggi ini tak mampu menahan laju penurunan IHSG. Sebanyak 379 saham terkoreksi, sementara hanya 220 saham yang menguat, dan sisanya 200 saham stagnan.

Pelemahan IHSG ini diikuti oleh penurunan di seluruh indeks domestik. IDX30 turun 0,87 persen ke 405,08, LQ45 melemah 0,85 persen ke 782,13, JII ambles 2,30 persen ke 511,59, dan Sri-Kehati merosot 0,99 persen ke 353,22. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar yang kurang kondusif.
Hampir seluruh sektor mengalami penurunan. Sektor bahan baku menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 4,36 persen. Sektor properti, siklikal, dan transportasi juga mengalami pelemahan signifikan, masing-masing sebesar 1,01 persen, 0,85 persen, dan 0,62 persen. Sektor non-siklikal, kesehatan, keuangan, teknologi, energi, dan industri juga ikut tergerus, meskipun dengan persentase yang lebih kecil. Satu-satunya sektor yang menunjukan peningkatan adalah infrastruktur, yang naik 1,69 persen, didorong oleh kenaikan saham PT Telkom Indonesia (TLKM) sebesar 1,79 persen.
Di tengah penurunan IHSG, beberapa saham menunjukan performa yang baik (top gainers), seperti PT BUMI Internasional Grup Tbk (DOID), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Sebaliknya, saham-saham seperti PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) masuk dalam daftar top losers. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi tiga saham yang paling aktif diperdagangkan. Pergerakan IHSG hari ini memberikan sinyal penting bagi investor untuk mencermati perkembangan pasar lebih lanjut.
