faktual.news – Gelaran akbar Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 baru saja mengukir sejarah baru di pelataran megah Candi Prambanan Yogyakarta. Dengan tema "More Than a Race" ajang lari tahunan ini sukses memecahkan rekor jumlah peserta mencapai 10.200 pelari dari 17 negara, menjadikannya edisi terbesar sejak pertama kali diselenggarakan pada 2017 silam.
Ribuan pelari dari berbagai penjuru dunia dan tanah air turut serta dalam empat kategori lomba yang menantang yaitu Marathon (42K) Half Marathon (21K) 10K dan 5K Fun Run. Seluruh lintasan telah tersertifikasi oleh Association of International Marathons and Distance Races (AIMS) menjamin standar internasional. Rute yang dilalui tidak hanya menguji ketahanan fisik namun juga memanjakan mata dengan pemandangan ikon budaya seperti Candi Plaosan Monumen Taruna serta melintasi pedesaan asri yang aktif mendukung keberlangsungan acara.

Adhika Vista Corporate Secretary Bank Mandiri mengungkapkan bahwa MJM telah bertransformasi menjadi wadah kolaborasi multisektoral. Ini menghubungkan komunitas pelaku usaha lokal pemerintah daerah dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan geliat ekonomi dan jejak sosial yang berkelanjutan. "MJM adalah manifestasi sinergi antara Bank Mandiri komunitas UMKM dan pemerintah daerah. Kami berharap setiap langkah pelari mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat sehingga MJM benar-benar menjadi lebih dari sekadar perlombaan," jelas Adhika di Yogyakarta.
Di kategori Full Marathon Open sektor putra Kiprono Koech berhasil meraih podium tertinggi dengan catatan waktu 02:20:28 disusul Amos Kipkemoi Chesang dan James Cherutich Tallam. Sementara di sektor putri Eunice Nyawira Muchiri tampil sebagai yang tercepat dengan 02:39:35 mengungguli Medanit Feyera Gurmesa dan Elizabeth Chepkanan Rumokol.
Kebanggaan tersendiri datang dari kategori Full Marathon National (Closed Marathon) di mana pelari-pelari terbaik Indonesia menunjukkan dominasinya. Rikki Marthin L Simbolon berhasil menjadi juara pertama putra dengan waktu 02:30:06 diikuti Immanuel Hutasoit dan Laode Safrudin. Di sektor putri Dwi Tiansi Anggraini mencatatkan waktu 03:04:55 untuk meraih posisi teratas mengalahkan Ina Lydia Utari Damanik dan Asnida Aras. Prestasi ini menegaskan kualitas atlet lari nasional yang terus meningkat serta antusiasme publik terhadap wisata olahraga di Indonesia.
Bank Mandiri berkomitmen penuh menjadikan MJM 2026 sebagai ajang yang memberi manfaat lebih luas bagi perekonomian lingkungan sosial dan budaya Yogyakarta. Adhika menambahkan bahwa semangat "More Than a Race" diwujudkan melalui berbagai program. Pemberdayaan ekonomi masyarakat diperkuat dengan literasi keuangan digital bagi UMKM di sekitar lokasi acara mendorong adopsi transaksi digital dan peningkatan kapasitas usaha termasuk Literasi UMKM Pasar Ngasem.
Selain itu program Mandiri LAKU LOKAL (mLaku Lokal) di Race Village Candi Prambanan sukses menampilkan 27 merek lokal dan 70 tenant UMKM. Tak ketinggalan UMKM Festival juga turut meramaikan dengan melibatkan sekitar 60 pelaku UMKM dari wilayah sekitar Candi Prambanan.
Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi prioritas utama. Mulai dari fase pra-acara peserta berkontribusi pada aksi iklim melalui program One Ticket One Climate Action yang terintegrasi dengan fitur Livin’ Planet. Mereka juga dapat mengimbangi jejak karbon dengan membeli Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Saat hari perlombaan diterapkan pengelolaan kawasan zero waste to landfill penggunaan racepack tekstil hasil upcycling dan kampanye daur ulang pakaian Mandiri Looping for Life. Setelah acara peserta program pengimbangan emisi menerima laporan personal untuk meningkatkan kesadaran dampak lingkungan.
Di sektor sosial dan budaya Bank Mandiri menggelar rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk "Melangkah Bersama Membangun Jogja". Melalui Mandiri Bakti Kesehatan diselenggarakan Mini General Check Up bagi 1.650 abdi dalem di Puro Pakualaman Puralaya Imogiri dan Keraton Ngayogyakarta serta Khitanan Massal untuk 280 anak di area Prambanan. Program Mandiri Sahabat Desa juga hadir dengan perbaikan jalan pembangunan batas desa dan aksi bersih desa di 28 desa yang dilalui rute MJM serta pembagian 2.800 paket sembako. Pelestarian budaya diwujudkan melalui "Pustaka Luhur Akses untuk Semua" berupa digitalisasi manuskrip kuno koleksi Widyapustaka Pakualaman. Rangkaian ini membuktikan keunggulan berkelanjutan dan penguatan ekosistem masyarakat.
MJM 2026 juga menjadi panggung bagi inovasi digital Bank Mandiri memperkenalkan berbagai fitur terbaru yang mendukung kebutuhan nasabah. Salah satu yang menonjol adalah Livin’ Next-G solusi tabungan dan transaksi digital bagi generasi muda. Produk ini memungkinkan anak-anak belajar mengelola keuangan sejak dini sementara orang tua dapat memantau transaksi dan melakukan transfer terjadwal tanpa biaya. Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye #MandiriSejakDini yang mendorong literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.
Untuk melengkapi solusi pembiayaan Bank Mandiri menghadirkan fitur Livin’ Kredit Back to Back Obligasi. Fitur ini memungkinkan nasabah memanfaatkan kepemilikan surat berharga negara sebagai agunan untuk mengakses pembiayaan melalui Livin’ by Mandiri maupun Kopra by Mandiri tanpa perlu mencairkan investasi. Selain itu akses kepemilikan emas diperluas melalui KSM Emas pada fitur Livin’ Gold di mana nasabah dapat memiliki emas secara lebih fleksibel dengan uang muka mulai 5 persen dan tenor hingga lima tahun.
Berbagai inovasi ini adalah cerminan komitmen Bank Mandiri untuk terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai tahapan kehidupan. Ke depan Bank Mandiri akan terus memperkuat kapabilitas digital dan memperluas ekosistem layanan demi pengalaman perbankan yang semakin mudah dan aman. "Melalui semangat More Than a Race kami ingin memastikan Mandiri Jogja Marathon meninggalkan kesan mendalam sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas melalui penguatan ekosistem serta berbagai solusi yang mampu mendukung kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," tutup Adhika.


