faktual.news – Bencana alam atau kejadian tak terduga bisa menerjang kapan saja tanpa peringatan. Kondisi ini seringkali menimbulkan dampak finansial yang signifikan. Oleh karena itu, memiliki dana darurat menjadi benteng utama agar keuangan Anda tetap stabil di tengah ketidakpastian. Para perencana keuangan sepakat, tak ada kata terlambat untuk mulai membangun cadangan dana ini, termasuk untuk menghadapi risiko bencana.
Lalu, bagaimana cara menyiapkan "tameng" finansial ini? Berikut panduan lengkapnya.

1. Jangan Tunda Mulai Kumpulkan Dana Darurat Sekarang
Kapan waktu terbaik memulai? Jawabannya adalah sekarang. Jangan tunda menunggu kondisi finansial ideal. Perencana Keuangan Andi Nugroho menegaskan bahwa kesadaran akan potensi risiko bencana yang bisa menimpa siapa saja seharusnya menjadi pemicu utama. "Saat kita menyadari bahwa kondisi darurat bisa terjadi pada kita, saat itulah kita harus mulai menyiapkan dana darurat," ujarnya kepada faktual.news. Senada, Dandy dari Advisors Alliance Group Indonesia menambahkan, kesadaran tanpa tindakan nyata tak akan berarti. Penting untuk segera menyisihkan sebagian penghasilan untuk membentuk dana perlindungan ini.
2. Simpan di Instrumen yang Mudah Cair
Dana darurat berbeda dengan investasi jangka panjang yang mengejar keuntungan. Fungsinya adalah sebagai bantalan keuangan yang siap pakai kapan saja. Oleh karena itu, instrumen penyimpanannya haruslah berisiko rendah dan sangat mudah dicairkan. Andi Nugroho menyarankan beberapa opsi seperti rekening tabungan, deposito, logam mulia, atau reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap. "Dana untuk bencana sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang risikonya rendah dan mudah dicairkan agar bisa segera digunakan tanpa khawatir nilai aset anjlok," jelasnya.
Dandy menambahkan, rekening bank adalah pilihan paling likuid. Meskipun uang tunai bisa disiapkan, ia mengingatkan risiko penyimpanannya jika dalam jumlah besar. Ia juga memperingatkan keras agar tidak menyimpan dana darurat di instrumen berisiko tinggi seperti saham, yang pergerakannya volatil dan tidak cocok untuk kebutuhan mendesak.
3. Minimal Tiga Kali Penghasilan atau Pengeluaran
Lalu, berapa banyak dana yang harus disiapkan? Besarannya bisa disesuaikan dengan kondisi pribadi, namun ada patokan minimal yang disarankan. Andi Nugroho merekomendasikan setidaknya tiga kali penghasilan bulanan. Sementara itu, Dandy menggunakan acuan tiga kali pengeluaran bulanan. Artinya, dana darurat harus cukup untuk menutupi kebutuhan rutin Anda selama tiga bulan, bahkan saat kondisi terburuk melanda. Ini memastikan Anda memiliki waktu untuk pulih tanpa tekanan finansial.


