faktual.news – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan kepastian yang melegakan bagi masyarakat Indonesia. Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar, dipastikan tidak akan mengalami kenaikan. Janji ini berlaku meskipun harga minyak mentah global kembali menembus ambang US$100 per barel.
Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan pada harga minyak dunia. Minyak Brent tercatat naik menjadi US$108,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menyentuh US$103,45 per barel. Namun, di tengah gejolak pasar komoditas global ini, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri.

Pemerintah, melalui koordinasi erat dengan Menteri Keuangan, memilih untuk menempuh jalur penambahan anggaran subsidi. Langkah ini diambil sebagai alternatif strategis daripada menaikkan harga jual BBM di tingkat konsumen. Menurut Bahlil, penambahan alokasi subsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
Keputusan krusial ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden menekankan pentingnya menjaga dan melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah, di tengah tantangan ekonomi. Prioritas utama adalah memastikan beban hidup masyarakat tidak bertambah berat, meskipun harus diiringi dengan berbagai penyesuaian kebijakan fiskal.
Meskipun harga minyak saat ini berada di level tinggi, Bahlil juga memberikan perspektif lain. Ia mengungkapkan bahwa rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) sejak awal tahun hingga September masih berada di kisaran US$85 hingga US$90 per barel. Angka rata-rata ini memberikan gambaran bahwa secara keseluruhan, kondisi masih terkendali dan memungkinkan pemerintah untuk mempertahankan kebijakan subsidi.


