Faktual News – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), bersama dengan PT Jaya Kirana Sakti dalam skema Kerja Sama Operasi (KSO WEGE-JKS), telah mendapatkan mandat prestisius dari PAM Jaya. Kemitraan ini dipercayakan untuk menggarap proyek konstruksi terintegrasi rancang bangun Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya. Inisiatif ini merupakan langkah strategis PAM Jaya untuk mengoptimalkan mutu dan efektivitas layanan air bersih bagi warga Ibu Kota, melalui pembangunan fasilitas terpadu yang dirancang modern dan berkelanjutan.
Proyek ambisius ini berlokasi strategis di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp253 miliar. Skema design and build terintegrasi yang diusung dalam proyek ini mencakup spektrum pekerjaan yang luas, mulai dari arsitektur, struktur, interior, hingga instalasi mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP). Selain itu, pekerjaan lanskap, geoteknik, infrastruktur jalan dan tapak, serta instalasi fiber optik juga menjadi bagian integral dari cakupan proyek.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa gedung baru setinggi 12 lantai ini akan menjadi pusat layanan yang komprehensif. Fasilitas tersebut tidak hanya akan menampung pusat komando layanan dan ruang kerja kolaboratif yang modern, tetapi juga akan dilengkapi dengan pusat edukasi air yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Menurut Arief, keberadaan pusat edukasi air ini krusial untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai proses dan nilai penting air. Dengan demikian, gedung ini tidak hanya berfungsi sebagai kantor pusat, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik yang vital terkait pengelolaan air permukaan.
Dalam keterangan resmi yang dikutip pada 9 Januari 2026, Arief menegaskan pentingnya inisiatif ini. Adapun, total durasi proyek ditetapkan selama 640 hari kalender. Namun, dengan skema percepatan, pekerjaan konstruksi ditargetkan rampung dalam 590 hari kalender, diikuti dengan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender. Untuk menjamin akurasi perencanaan, efektivitas pelaksanaan konstruksi, serta pengendalian mutu dan biaya proyek yang optimal, KSO WEGE-JKS akan mengimplementasikan Building Information Modeling (BIM), sebuah inovasi digital yang terbukti meningkatkan efisiensi operasional.
Editor: Galih Pratama
