Faktual News Jakarta – Pasar modal Indonesia kembali bergejolak. Arus modal asing terpantau keluar deras pada perdagangan Kamis (22/01/2026), dengan nilai jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp964,14 miliar. Aksi lepas saham oleh investor asing ini terutama menyasar saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, memangkas akumulasi beli bersih (net foreign buy) sepanjang tahun berjalan (year-to-date) menjadi Rp2,59 triliun.
Menurut laporan Phillip Sekuritas Indonesia, lima saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah:
- BBCA (Bank Central Asia)
- BMRI (Bank Mandiri)
- BBNI (Bank Negara Indonesia)
- [Saham Emiten Lainnya]
- [Saham Emiten Lainnya]
Tekanan jual asing ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berbalik arah dan ditutup melemah 0,20% di level 8.992,18. Data RTI Business mencatat, sebanyak 331 saham mengalami koreksi, sementara 345 saham menguat, dan 128 saham stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 72,11 miliar saham dengan frekuensi transaksi 4,09 juta kali, senilai total Rp37,88 triliun. Mayoritas sektor saham mengalami koreksi, dengan sektor energi, teknologi, dan industrial mencatat penurunan terdalam.
Perkembangan ini tentu menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat aliran dana asing memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas dan kinerja pasar modal Indonesia.

