Faktual News – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah strategis untuk memperkuat fondasi kredibilitas indeks sahamnya. Pada Kamis, 18 Desember 2025, BEI secara resmi menegaskan komitmennya untuk mengelola seluruh indeks saham sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) Principles for Financial Benchmarks. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor dan daya saing pasar modal Indonesia.
Prinsip-prinsip IOSCO tersebut merupakan panduan global yang menekankan aspek fundamental seperti tata kelola yang baik, integritas data, metodologi yang transparan, kualitas informasi, serta akuntabilitas yang tinggi dalam pengelolaan financial benchmark, termasuk indeks saham. Komitmen BEI ini secara formal dituangkan dalam dokumen resmi berupa Management Statement of Adherence with IOSCO Principles for Financial Benchmarks.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian integral dari upaya BEI untuk memastikan bahwa setiap indeks saham yang diterbitkan dikelola secara kredibel, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan praktik terbaik di pasar global.
“Melalui langkah ini, kami ingin menghadirkan keyakinan yang tak tergoyahkan kepada para investor bahwa indeks di BEI disusun melalui tata kelola dan metodologi yang jelas, serta dapat diandalkan sebagai acuan investasi yang solid,” ujar Jeffrey dalam keterangan resminya. Ia menambahkan, penerapan prinsip ini juga bertujuan untuk mendukung daya saing indeks BEI agar dapat menjadi acuan bagi berbagai produk investasi berkualitas, baik di tingkat domestik maupun internasional.
Fokus Awal pada Indeks Unggulan
Pada tahap awal, penerapan IOSCO Principles for Financial Benchmarks ini difokuskan pada tiga indeks unggulan (flagship) milik BEI, yaitu IDX30, LQ45, dan IDX80. Ketiga indeks ini dipilih karena telah terbukti menjadi barometer utama pasar dan fondasi bagi pengembangan berbagai produk investasi derivatif yang digunakan secara luas oleh pelaku pasar.
Saat ini, BEI mengelola total 48 indeks saham. Oleh karena itu, penerapan prinsip internasional ini menjadi fondasi penting untuk menjaga kualitas indeks serta relevansinya di tengah dinamika pasar yang terus bergerak. Ke depannya, penerapan IOSCO Principles for Financial Benchmarks akan dilakukan secara bertahap pada indeks-indeks lainnya. Hal ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi indeks BEI dalam ekosistem pasar modal, baik di kancah domestik maupun global, sekaligus memberikan jaminan kualitas yang lebih tinggi bagi seluruh investor.

