Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Skandal Besar Pasar Modal OJK Sikat Pelanggar

    31-10-2026 - 16.20

    Stok Beras Nasional Melimpah Aman 10 Bulan

    31-10-2026 - 14.55

    Skandal Korupsi Bea Cukai Terus Bergulir

    31-10-2026 - 14.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Skandal Besar Pasar Modal OJK Sikat Pelanggar
    • Stok Beras Nasional Melimpah Aman 10 Bulan
    • Skandal Korupsi Bea Cukai Terus Bergulir
    • Wajah Baru Ponpes Al Khoziny Segera Hadir
    • Strategi Baru Lindungi Aset dan Masa Depan
    • Misteri Harga Emas Naik Turun Masih Layak Beli
    • Nasib Peserta BPJS PBI Desil 6 Sampai 10
    • Era Baru Menanti Pasca Lagarde Mundur
    Faktual News
    Home - Market - Industri Nasional Justru Melaju Pesat
    Market

    Industri Nasional Justru Melaju Pesat

    31-10-2026 - 05.5502 Mins Read0
    industri nasional justru melaju pesat

    Faktual.news – Narasi mengenai ancaman deindustrialisasi yang tengah ramai diperbincangkan belakangan ini dibantah keras oleh pemerintah. Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa kondisi sektor manufaktur di Indonesia sama sekali tidak sedang mengalami kemunduran atau kontraksi sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak luar. Sebaliknya, data terbaru justru menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif dan menunjukkan adanya ekspansi yang nyata.

    Dalam paparannya di hadapan para pelaku usaha pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2026 di Jakarta, Sarmuji menjelaskan bahwa kinerja industri pengolahan nonmigas Indonesia masih sangat kokoh. Ia memaparkan bahwa pada tahun 2026, sektor industri pengolahan nonmigas mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,32 persen. Angka ini tergolong impresif karena berhasil melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,29 persen.

    Industri Nasional Justru Melaju Pesat
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Fenomena ini disebut sebagai pencapaian langka. Sarmuji mengungkapkan bahwa kondisi di mana pertumbuhan industri mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional merupakan momen pertama yang terjadi dalam 12 tahun terakhir. Hal ini membuktikan bahwa sektor manufaktur masih memegang peran vital sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Tren positif ini juga sudah terlihat sejak tahun sebelumnya, di mana pada 2025, industri pengolahan tumbuh 5,3 persen, mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional yang saat itu berada di angka 5,11 persen.

    Indikator kepercayaan pasar juga memperkuat klaim pemerintah. Berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI), angka pada Oktober 2026 menyentuh level 53,75. Angka ini menandakan bahwa industri kembali masuk ke zona ekspansi, meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di level 51,9. Senada dengan hal tersebut, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada September 2026 juga menunjukkan angka 52,1, yang mengonfirmasi bahwa aktivitas manufaktur masih terus berkembang.

    Tidak hanya dari sisi angka pertumbuhan, dampak sosial dari sektor ini juga sangat signifikan. Hingga Mei 2026, industri pengolahan tercatat telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, yakni mencapai 19,98 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi penyedia lapangan kerja utama bagi masyarakat Indonesia.

    Dari sisi perdagangan internasional, kontribusi industri pengolahan terhadap ekspor nasional juga sangat dominan. Pada Agustus 2026, nilai ekspor industri pengolahan mencapai US$159,55 miliar atau setara dengan Rp2,89 triliun. Angka ini merepresentasikan 82,40 persen dari total seluruh ekspor nasional.

    Sarmuji juga menambahkan bahwa ketahanan industri nasional dalam menghadapi gejolak ekonomi global didukung kuat oleh besarnya pasar domestik. Saat ini, sekitar 78,39 persen produk manufaktur yang dihasilkan di dalam negeri diserap oleh pasar lokal, sehingga industri tidak hanya bergantung pada permintaan luar negeri, tetapi memiliki fondasi yang kuat di dalam negeri.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Skandal Besar Pasar Modal OJK Sikat Pelanggar

      31-10-2026 - 16.20

      Stok Beras Nasional Melimpah Aman 10 Bulan

      31-10-2026 - 14.55

      Skandal Korupsi Bea Cukai Terus Bergulir

      31-10-2026 - 14.20

      Wajah Baru Ponpes Al Khoziny Segera Hadir

      31-10-2026 - 12.55

      Strategi Baru Lindungi Aset dan Masa Depan

      31-10-2026 - 12.20

      Misteri Harga Emas Naik Turun Masih Layak Beli

      31-10-2026 - 10.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Skandal Besar Pasar Modal OJK Sikat Pelanggar
      • Stok Beras Nasional Melimpah Aman 10 Bulan
      • Skandal Korupsi Bea Cukai Terus Bergulir
      • Wajah Baru Ponpes Al Khoziny Segera Hadir
      • Strategi Baru Lindungi Aset dan Masa Depan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.