Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan hari ini dengan koreksi tipis. Pada pembukaan pukul 9:00 WIB, indeks berada di level 8.399,71, atau turun 0,24 persen.
Aktivitas perdagangan menunjukkan sebanyak 632,28 juta saham berpindah tangan dalam 60 ribu transaksi, dengan nilai mencapai Rp399,68 miliar. Data RTI Business mencatat 153 saham melemah, 222 saham menguat, dan 244 saham stagnan.

Phintraco Sekuritas sebelumnya telah memberikan proyeksi teknikal yang mengindikasikan potensi pelemahan IHSG. "Kami memperkirakan IHSG berpotensi turun ke rentang 8.350-8.400 pada perdagangan hari ini," tulis analis Phintraco dalam risetnya.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,15 persen di level 8.419,91. Secara teknikal, terbentuknya pola candlestick shooting star mengisyaratkan kemungkinan pembalikan tren, diperkuat oleh indikator Stochastic RSI yang mendekati area pivot.
Sentimen positif dari surplus neraca transaksi berjalan Indonesia sebesar USD4,0 miliar pada kuartal III 2025, menjadi angin segar. Surplus ini merupakan yang pertama sejak kuartal I 2025 dan tertinggi sejak kuartal III 2022, didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas.
Namun, defisit pada transaksi modal dan finansial sebesar USD8,1 miliar menyebabkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat defisit USD6,4 miliar pada kuartal yang sama. Posisi cadangan devisa tercatat sebesar USD148,7 miliar pada September 2025.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak diperhatikan, antara lain GZCO, WIFI, INKP, BBYB, dan MEDC. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan saham-saham ini di tengah fluktuasi pasar.
