Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan pertama hari ini, 28 November, dengan catatan kurang menggembirakan. Sempat dibuka optimis, IHSG berbalik arah dan terkoreksi, berakhir di level 8.517,98. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,33 persen dibandingkan posisi pembukaan di 8.545,86.
Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan volume mencapai 25,11 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,40 juta kali. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp10,78 triliun. Data pasar menunjukkan sentimen negatif lebih mendominasi, dengan 346 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, 254 saham berhasil menguat dan 207 saham stagnan.
Secara sektoral, mayoritas sektor mengalami tekanan. Sektor non-siklikal memimpin penurunan dengan koreksi sebesar 0,74 persen. Diikuti oleh sektor kesehatan (-0,52 persen), teknologi (-0,27 persen), energi (-0,25 persen), keuangan (-0,15 persen), dan sektor siklikal (-0,12 persen).
Namun, ada beberapa sektor yang berhasil mencatatkan kinerja positif. Sektor properti menjadi bintang dengan kenaikan signifikan sebesar 1,88 persen. Sektor industrial juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,54 persen, diikuti oleh sektor bahan baku (0,18 persen), transportasi (0,11 persen), dan infrastruktur (0,06 persen).
Kondisi bursa regional Asia juga menunjukkan variasi. Indeks Nikkei 225 Tokyo tercatat turun tipis 0,07 persen, sementara Hang Seng Index Hong Kong melemah 0,27 persen. Di sisi lain, Shanghai Composite Index Shanghai berhasil menguat 0,24 persen.
