Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan hari Jumat (21/11/2025) dengan catatan kurang menggembirakan. Indeks terpantau melemah 0,24 persen, tergelincir ke level 8.399,33 dari posisi pembukaan di 8.419,91.
Aktivitas perdagangan hari ini menunjukkan dinamika yang cukup tinggi. Data dari RTI Business mencatat, sebanyak 20,59 miliar saham berpindah tangan dalam 1,14 juta transaksi. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp8,53 triliun.

Sentimen pasar cenderung negatif, tercermin dari jumlah saham yang terkoreksi lebih banyak, yaitu 336 saham. Sementara itu, 264 saham berhasil menguat, dan 205 saham stagnan.
Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari beberapa sektor utama. Sektor transportasi menjadi pemberat utama dengan penurunan sebesar 0,62 persen. Sektor keuangan juga mengalami koreksi signifikan, merosot 0,59 persen. Sektor infrastruktur dan non-siklikal juga turut melemah masing-masing sebesar 0,54 persen dan 0,46 persen.
Sektor energi, industrial, bahan baku, dan kesehatan juga turut mengalami penurunan, meskipun dengan persentase yang lebih kecil.
Di sisi lain, terdapat beberapa sektor yang mampu mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor teknologi menjadi bintang dengan kenaikan sebesar 2,32 persen. Sektor properti juga menunjukkan performa yang baik dengan kenaikan 1,03 persen, diikuti oleh sektor siklikal yang menguat 0,47 persen.
Kondisi pasar regional juga turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Indeks-indeks utama Asia juga terpantau melemah, seperti Shanghai Composite Index yang merosot 1,56 persen, Hang Seng Index yang turun 1,65 persen, dan Nikkei 225 Index yang melemah 2,37 persen. (*)
