Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 5 Desember 2025, dengan koreksi tipis, berbalik arah dari penguatan sesi sebelumnya. IHSG parkir di level 8.632,76, turun 0,09% dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.640,19.
Pergerakan pasar diwarnai oleh 293 saham yang mengalami penurunan, sementara 362 saham berhasil mencatatkan kenaikan, dan 146 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 48,21 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,55 juta kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp20,47 triliun.

Sejalan dengan IHSG, sebagian besar indeks sektoral utama juga mengalami pelemahan. LQ45 turun 0,76% ke level 847,27, JII merosot 1,43% ke 578,75, dan Sri-Kehati terkoreksi 0,08% ke 383,56. IDX30 menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,08% ke 440,19.
Meskipun demikian, beberapa sektor berhasil mencatatkan kinerja positif. Sektor industrial memimpin penguatan dengan kenaikan 4,01%, diikuti oleh sektor infrastruktur (3,04%), transportasi (2,74%), siklikal (1,84%), keuangan (1,05%), dan bahan baku (0,04%).
Di sisi lain, sektor teknologi menjadi pemberat utama dengan penurunan 0,70%, diikuti oleh sektor energi (0,69%), kesehatan (0,60%), non-siklikal (0,44%), dan properti (0,17%).
Beberapa saham yang menjadi top gainers hari ini adalah PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC). Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam (top losers) meliputi PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF).
Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini adalah PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).
