Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan keadaan dan ditutup melesat pada perdagangan Rabu, 5 November 2025. IHSG parkir di level 8.318,52, melonjak 0,93 persen dari posisi sebelumnya di 8.241,91. Kinerja positif ini didorong oleh penguatan signifikan di sektor teknologi.
Berdasarkan data dari RTI Business, sebanyak 284 saham berhasil mencatatkan kenaikan, sementara 357 saham mengalami penurunan, dan 167 saham stagnan. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume mencapai 35,25 miliar saham, frekuensi transaksi 2,19 juta kali, dan nilai transaksi mencapai Rp18,48 triliun.

Kondisi positif ini juga menular ke indeks-indeks lainnya. IDX30 naik 0,94 persen ke 445,08, LQ45 menguat 0,60 persen ke 846,89, JII melonjak 1,48 persen ke 578,96, dan Sri-Kehati naik 0,68 persen ke 386,17.
Sektor teknologi menjadi bintang pada penutupan kali ini, memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 3,31 persen. Sektor lain yang turut menyumbang poin positif adalah bahan baku (2,51 persen), keuangan (1,07 persen), infrastruktur (1,04 persen), dan siklikal (0,67 persen). Sektor non-siklikal, kesehatan, energi, dan transportasi juga mencatatkan kenaikan, meskipun tidak terlalu signifikan.
Di sisi lain, hanya dua sektor yang mengalami koreksi, yaitu industri yang turun 1,49 persen dan properti yang melemah 0,47 persen.
Beberapa saham yang menjadi top gainers antara lain PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar (top losers) adalah PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN).
Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
