Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama Rabu (11/2) dengan performa gemilang, melambung 1,60 persen ke posisi 8.261,89. Kenaikan signifikan ini menandai hari yang penuh optimisme bagi investor di pasar modal domestik, didorong oleh dominasi saham-saham yang bergerak di zona hijau.
Sejak dibuka pada level 8.131,73, indeks kebanggaan Tanah Air ini konsisten bergerak di teritori positif, menunjukkan kekuatan momentum beli yang berkelanjutan sepanjang sesi.
Aktivitas perdagangan terpantau sangat dinamis. Data dari RTI Business mencatat volume transaksi mencapai 37,70 miliar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,10 juta kali. Total nilai transaksi harian pun menembus angka impresif Rp16,91 triliun, mengindikasikan partisipasi pasar yang masif.
Gelombang Hijau Dominasi Papan Perdagangan
Dominasi saham-saham yang menguat sangat terasa, dengan 531 emiten berhasil membukukan kenaikan harga. Sementara itu, 153 saham harus rela terkoreksi, dan 135 saham lainnya bergerak stagnan, tidak mengalami perubahan signifikan. Angka ini jelas menunjukkan sentimen positif yang merata di sebagian besar sektor.
Hampir seluruh sektor industri menunjukkan performa cemerlang. Sektor Energi menjadi jawara dengan lonjakan 5,19 persen, disusul ketat oleh Sektor Siklikal yang melesat 4,62 persen, dan Sektor Industrial yang menguat 3,68 persen. Sektor Infrastruktur juga tak kalah perkasa dengan kenaikan 3,33 persen, diikuti Sektor Bahan Baku yang tumbuh 2,66 persen.
Sektor-sektor lain juga turut menyumbang penguatan. Sektor Transportasi menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 1,96 persen, Sektor Properti meningkat 1,28 persen, dan Sektor Teknologi naik 1,14 persen. Bahkan Sektor Non-siklikal dan Sektor Kesehatan, yang cenderung stabil, juga berhasil mengukir kenaikan masing-masing 0,21 persen dan sedikit menguat, menambah daftar panjang sektor yang berada di zona hijau.
Sektor Keuangan Tersendat, BBCA Terkoreksi
Di tengah gelombang hijau, Sektor Keuangan menjadi satu-satunya yang masih tertekan, melemah 0,54 persen. Pelemahan ini turut dipengaruhi oleh koreksi harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 0,33 persen, salah satu emiten berkapitalisasi besar di sektor tersebut.
Sentimen positif ini tidak hanya terasa di pasar domestik, melainkan juga sejalan dengan pergerakan bursa-bursa utama di Asia yang kompak menguat. Indeks Nikkei 225 Tokyo melonjak 2,28 persen, Hang Seng Index Hong Kong menanjak 0,37 persen, dan Shanghai Composite Index China mengukir kenaikan 0,24 persen.
Performa solid IHSG pada sesi pertama ini memberikan sinyal kuat akan potensi berlanjutnya tren positif di pasar saham Indonesia, didukung oleh kinerja sektor-sektor kunci dan sentimen global yang kondusif.
