Faktual News melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 7.000 pada perdagangan sesi I, Rabu, 10 Juli 2025. Pencapaian ini menandai penguatan signifikan sebesar 0,84 persen, menutup sesi di angka 7.001,93 dari posisi pembukaan 6.943,92. Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume transaksi mencapai 11,16 miliar saham, diperdagangkan melalui 758 ribu kali transaksi, dan menghasilkan nilai total Rp6,96 triliun.
Data faktual.news menunjukkan dominasi saham-saham yang menguat, dengan 368 saham menghijau dibandingkan 190 saham yang melemah. 240 saham lainnya stagnan. Kenaikan IHSG ini ditopang oleh penguatan hampir seluruh sektor. Sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan 1,93 persen, disusul sektor energi (1,41 persen), keuangan (1,14 persen), bahan baku (1,04 persen), dan teknologi (0,89 persen). Sektor transportasi, properti, industri, kesehatan, dan siklikal juga mencatatkan penguatan, meski dalam skala yang lebih kecil. Hanya sektor non-siklikal yang mengalami pelemahan, terutama didorong penurunan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar 0,99 persen.

Tren positif IHSG ini sejalan dengan pergerakan indeks bursa Asia. Hang Seng Index dan Shanghai Composite Index mencatatkan penguatan, masing-masing sebesar 0,30 persen dan 0,56 persen. Namun, Nikkei 225 Index Tokyo mengalami penurunan 0,71 persen. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendorong di balik penguatan IHSG ini dan proyeksi pergerakannya di sesi berikutnya.
