Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dasco Turun Tangan! Rupiah Terjun Bebas, Bank Indonesia Disorot!

    19-05-2026 - 14.20

    Stok Menipis! Harga Beras Melejit, BPS Beberkan Fakta

    19-05-2026 - 05.20

    Rupiah Bangkit! Bos BI Bocorkan Waktu Penguatan

    18-05-2026 - 21.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Dasco Turun Tangan! Rupiah Terjun Bebas, Bank Indonesia Disorot!
    • Stok Menipis! Harga Beras Melejit, BPS Beberkan Fakta
    • Rupiah Bangkit! Bos BI Bocorkan Waktu Penguatan
    • Purbaya Balas Pedas Kritik Asing: Data Eropa Bikin Melongo!
    • Dukungan BNI Hasilkan Juara Dunia! Leo/Daniel Guncang Thailand Open 2026!
    • ShopeeVIP Gandeng Duolingo: Belanja Seru, Skill Auto-Upgrade!
    • Efek Domino Timur Tengah: Sri Lanka Hajar Impor Mobil!
    Faktual News
    Home - Market - IHSG Rekor! Investor Wajib Waspada Jebakan Ini
    Market

    IHSG Rekor! Investor Wajib Waspada Jebakan Ini

    22-01-2026 - 05.2002 Mins Read0
    ihsg rekor investor wajib waspada jebakan ini

    Faktual News Jakarta – Euforia Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) di level 9.174,47 pada 20 Januari 2026, menghadirkan kewaspadaan bagi para investor. Setelah reli panjang, IHSG terkoreksi 1,36% ke level 9.010,33 pada 21 Januari 2026, memicu peringatan akan potensi jebakan psikologis.

    Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), mengingatkan investor untuk mewaspadai fear of missing out (FOMO), overconfidence, dan performance chasing yang kerap muncul saat pasar mencapai ATH. Bias perilaku ini berpotensi menggerus keuntungan investasi akibat keputusan buy high, sell low.

    IHSG Rekor! Investor Wajib Waspada Jebakan Ini
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    "Agen penjual reksa dana juga mengingatkan bahwa market timing sulit bahkan bagi profesional, strategi yang lebih andal adalah investasi berkala (Dollar Cost Averaging/DCA) dan diversifikasi lintas aset, terutama saat emosi memanas," ujar Dimas dalam risetnya.

    Dimas menekankan pentingnya disiplin alokasi aset dan time in the market. Melewatkan hari-hari terbaik pasar dapat berdampak signifikan pada penurunan imbal hasil investasi. Rebound pasar seringkali terjadi dengan cepat, sehingga absen pada momen krusial dapat memangkas potensi keuntungan secara drastis.

    ATH, menurut Dimas, bukanlah sinyal otomatis untuk menjual. Sebaliknya, koreksi pasar juga bukan serta merta menjadi sinyal untuk membeli tanpa analisis yang matang.

    "Pemahaman perbedaan metodologi indeks, kesadaran akan bias perilaku, dan komitmen pada proses DCA, diversifikasi, rebalancing adalah kunci menerjemahkan rekor pasar menjadi hasil investasi yang lebih konsisten," tegas Dimas.

    Diversifikasi lintas aset dan strategi, termasuk kombinasi saham berkapitalisasi besar, obligasi, dan pasar uang sesuai profil risiko, menjadi kunci penting. Strategi DCA membantu investor menghindari overtrading dan menormalkan harga masuk saat euforia pasar. Sementara itu, rebalancing berkala berfungsi mengamankan sebagian keuntungan dari aset yang telah melonjak dan mengalihkan dana ke aset yang kinerjanya tertinggal.

    Investor juga perlu memahami dispersi, yaitu perbedaan kinerja antara IHSG, LQ45, dan reksa dana saham. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan komposisi dan metodologi indeks, bukan kegagalan strategi investasi. Ketika pasar berotasi dari saham high momentum ke saham quality atau blue chips, selisih kinerja tersebut berpotensi menyempit kembali.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Dasco Turun Tangan! Rupiah Terjun Bebas, Bank Indonesia Disorot!

      19-05-2026 - 14.20

      Stok Menipis! Harga Beras Melejit, BPS Beberkan Fakta

      19-05-2026 - 05.20

      Rupiah Bangkit! Bos BI Bocorkan Waktu Penguatan

      18-05-2026 - 21.20

      Purbaya Balas Pedas Kritik Asing: Data Eropa Bikin Melongo!

      18-05-2026 - 14.20

      Dukungan BNI Hasilkan Juara Dunia! Leo/Daniel Guncang Thailand Open 2026!

      18-05-2026 - 05.20

      17-05-2026 - 21.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Dasco Turun Tangan! Rupiah Terjun Bebas, Bank Indonesia Disorot!
      • Stok Menipis! Harga Beras Melejit, BPS Beberkan Fakta
      • Rupiah Bangkit! Bos BI Bocorkan Waktu Penguatan
      • Purbaya Balas Pedas Kritik Asing: Data Eropa Bikin Melongo!
      • Dukungan BNI Hasilkan Juara Dunia! Leo/Daniel Guncang Thailand Open 2026!

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.