Faktual News melaporkan, IHSG berhasil mencatatkan kinerja impresif di sesi pertama perdagangan Jumat, 1 Agustus 2025. Meskipun bursa Asia mayoritas mengalami pelemahan, IHSG justru melesat 1,17 persen, menembus level psikologis 7.571,67. Lonjakan ini dari posisi pembukaan di 7.484,33, menunjukkan daya tahan pasar saham domestik yang cukup kuat.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai. Data RTI Business mencatat volume transaksi mencapai 15,53 miliar saham, diperdagangkan melalui 954 ribu kali transaksi, dengan total nilai mencapai Rp6,95 triliun. Dominasi saham-saham yang menguat terlihat jelas, dengan 363 saham menghijau, sementara 233 saham terkoreksi dan 199 saham stagnan.

Sektor infrastruktur dan bahan baku menjadi bintang utama, masing-masing mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 2,91 persen. Kenaikan juga terlihat di sektor properti (1,07 persen), siklikal (0,91 persen), dan teknologi (0,88 persen). Sektor transportasi, non-siklikal, dan energi juga ikut berkontribusi positif, meskipun dengan persentase yang lebih rendah. Hanya sektor kesehatan (-0,64 persen) dan industri (-0,29 persen) yang mengalami penurunan.
Menariknya, pergerakan IHSG ini berbanding terbalik dengan tren bursa Asia. Hang Seng Index, Shanghai Composite Index, dan Nikkei 225 Index kompak melemah, masing-masing sebesar 0,26 persen, 0,19 persen, dan 0,46 persen. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan menarik tentang faktor pendorong di balik ketahanan IHSG. Apakah ada sentimen domestik yang cukup kuat untuk mengimbangi tekanan eksternal? Pertanyaan ini patut untuk dikaji lebih lanjut.
