Faktual News melaporkan, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan dengan performa impresif. Pada sesi I perdagangan Senin, 24 Juni 2025, IHSG berhasil menutup perdagangan di zona hijau, tepatnya pada level 6.862,07. Kenaikan ini mencapai 1,10 persen dari posisi pembukaan di level 6.787,14. Aktivitas perdagangan terbilang ramai, ditandai dengan volume transaksi mencapai 12,10 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 748 ribu kali, dengan total nilai transaksi mencapai Rp6,63 triliun.
Data faktual.news menunjukkan, dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 441 saham mencatatkan penguatan, sementara 186 saham terkoreksi dan 164 saham stagnan. Kenaikan IHSG ini didorong oleh kinerja sektor-sektor unggulan. Sektor siklikal memimpin dengan kenaikan signifikan sebesar 2,52 persen, disusul sektor properti yang menguat 1,55 persen. Sektor non-siklikal juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 1,81 persen. Sektor keuangan dan kesehatan masing-masing naik 1,39 persen dan 1,29 persen. Sektor teknologi, transportasi, infrastruktur, industri, dan bahan baku juga ikut berkontribusi pada penguatan IHSG, meskipun dengan persentase yang lebih rendah. Satu-satunya sektor yang melemah adalah energi, turun 0,48 persen, yang dipengaruhi oleh pelemahan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar 1,55 persen.

Tren positif IHSG ini sejalan dengan pergerakan bursa saham regional Asia. Hang Seng Index Hong Kong mencatatkan kenaikan 1,97 persen, Nikkei 225 Index Tokyo naik 1,17 persen, dan Shanghai Composite Index menguat 1,00 persen. Pergerakan positif ini mengindikasikan sentimen pasar yang optimistis di kawasan Asia, yang turut memberikan dampak positif terhadap IHSG. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor fundamental yang mendorong penguatan IHSG ini dan keberlanjutan tren positif tersebut.
