Faktual News Senin, 11 Agustus 2025 menjadi hari yang manis bagi para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan kenaikan signifikan, mencapai 7.605,92. Lonjakan 0,96 persen ini dari posisi pembukaan di 7.533,38, menunjukkan optimisme yang kuat di pasar modal domestik.
Data RTI Business mencatat pergerakan yang dinamis. Sebanyak 383 saham menghijau, sementara 227 saham memerah, dan 190 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi harian mencapai angka fantastis, Rp15,85 triliun, dengan volume perdagangan 25,59 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,93 juta kali. Ini menunjukkan likuiditas pasar yang tinggi dan aktivitas perdagangan yang sangat aktif.

Kenaikan IHSG juga diikuti oleh penguatan beberapa indeks lainnya. IDX30 menanjak 1,07 persen ke level 413,26, LQ45 naik 0,85 persen menjadi 799,59, dan Sri-Kehati menguat 1,48 persen ke angka 362,69. Hanya JII yang mengalami pelemahan, turun 0,74 persen ke posisi 523,48.
Sektor-sektor unggulan menjadi penggerak utama kenaikan IHSG. Sektor transportasi memimpin dengan kenaikan 2,69 persen, disusul sektor properti (2,58 persen), keuangan (1,57 persen), infrastruktur (0,97 persen), dan siklikal (0,65 persen). Sektor non-siklikal, kesehatan, energi, dan industri juga menunjukkan kinerja positif, masing-masing naik 0,63 persen, 0,48 persen, 0,35 persen, dan 0,33 persen. Hanya sektor bahan baku (-1,03 persen) dan teknologi (-0,64 persen) yang mengalami penurunan.
Beberapa saham mencuri perhatian dengan performa gemilang. PT Adhi Karya (ADHI), PT Bank Neo Commerce (BBYB), dan PT Jhonlin Agro Raya (JARR) masuk dalam daftar top gainers. Di sisi lain, PT Aneka Tambang (ANTM), PT Amman Mineral Internasional (AMMN), dan PT Selamat Sempurna (SMSM) menjadi top losers. Aktivitas perdagangan paling ramai terjadi pada saham PT Sentul City (BKSL), PT Bumi Resources (BUMI), dan PT Surya Citra Media (SCMA). Pergerakan saham-saham ini patut menjadi perhatian bagi investor untuk menganalisis strategi investasi selanjutnya.
