Faktual News Penutupan perdagangan saham hari ini, Selasa (11/7/2025), menyuguhkan pemandangan hijau menyegarkan bagi para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat di angka 7.047,43, naik 0,60 persen dari posisi pembukaan di 7.005,37. Kenaikan ini menjadi suntikan semangat menjelang akhir pekan.
Data dari RTI Business mencatat aktivitas perdagangan yang cukup ramai. Sebanyak 24,69 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi transaksi mencapai 1,46 juta kali dan nilai transaksi total mencapai Rp12,94 triliun. Meskipun 244 saham mengalami koreksi, jumlah saham yang menguat (327 saham) berhasil mendominasi, sementara 230 saham lainnya stagnan.

Tren positif IHSG juga diikuti oleh seluruh indeks domestik. IDX30 melesat 1,19 persen ke angka 406,10, LQ45 naik 0,89 persen ke 786,10, Sri-Kehati menguat 1,19 persen menjadi 359,37, dan JII menanjak 0,70 persen ke 505,61. Kinerja sektoral pun umumnya positif, dengan sektor infrastruktur memimpin kenaikan sebesar 2,20 persen, diikuti sektor keuangan (1,14 persen), transportasi (0,99 persen), industri (0,93 persen), dan kesehatan (0,81 persen). Sektor bahan baku, non-siklikal, dan energi juga mencatat penguatan masing-masing sebesar 0,70 persen, 0,52 persen, dan 0,42 persen. Hanya sektor siklikal (-0,24 persen) dan teknologi (-0,20 persen) yang mengalami sedikit penurunan.
Di tengah euforia penguatan IHSG, beberapa saham mencuri perhatian. PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG), PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT), dan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menjadi top gainers, sementara PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) tercatat sebagai top losers. Aktivitas perdagangan paling ramai terjadi pada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Kenaikan IHSG menjelang akhir pekan ini tentu menjadi kabar baik bagi pasar modal domestik. Namun, para investor tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi makro dan sentimen pasar untuk perencanaan investasi selanjutnya.

