Faktual News Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Kamis, 26 Juni 2025, dengan performa yang sangat mengesankan. Lonjakan hampir 1 persen membawa IHSG ke level 6.897,40, meningkat signifikan dari posisi pembukaan di 6.832,14. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif yang cukup kuat di pasar modal menjelang libur panjang.
Data dari RTI Business menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai. Tercatat 21,27 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 1,01 juta kali, menghasilkan total nilai transaksi yang mencapai Rp14,98 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 357 saham mengalami penguatan, sementara 246 saham terkoreksi dan 200 saham stagnan.

Kenaikan IHSG ini bukan hanya didorong oleh pergerakan beberapa saham unggulan, melainkan juga oleh penguatan hampir seluruh sektor. Sektor bahan baku memimpin dengan kenaikan 1,42 persen, disusul sektor keuangan (1,27 persen), infrastruktur (0,91 persen), kesehatan (0,84 persen), dan non-siklikal (0,73 persen). Sektor properti, energi, industri, dan siklikal juga mencatatkan pertumbuhan positif, meskipun dengan persentase yang lebih rendah. Satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan adalah transportasi (-1,61 persen), yang dipengaruhi oleh koreksi signifikan pada saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (-9,09 persen).
Beberapa saham yang mencuri perhatian di antara top gainers adalah PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), dan PT Bank Permata Tbk (BNLI). Di sisi lain, top losers didominasi oleh PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), dan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan meliputi PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS), dan PT Panin Financial Tbk (PNLF).
Penguatan indeks-indeks sektoral juga turut mendukung kinerja positif IHSG. IDX30 naik 1,40 persen, Sri-Kehati menguat 0,81 persen, LQ45 meningkat 1,36 persen, dan JII naik 1,20 persen. Kinerja IHSG yang positif menjelang libur panjang ini memberikan sinyal optimisme bagi pelaku pasar. Namun, perlu diwaspadai potensi volatilitas yang mungkin terjadi setelah libur panjang berakhir.
