Faktual News Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pagi ini dengan pergerakan positif, naik 0,11 persen ke level 7.104,78 dari posisi penutupan sebelumnya di 7.097,15. Pukul 09.00 WIB, aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai dengan volume transaksi mencapai Rp439,66 miliar, melibatkan 525,49 juta saham dan 59 ribu kali transaksi. Meski demikian, pergerakan IHSG terbilang cukup beragam, dengan 172 saham menguat, 109 saham melemah, dan 109 saham lainnya stagnan.
Analis dari Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, sebelumnya telah memprediksi potensi pullback jangka pendek IHSG di sekitar level 7.055. Prediksi ini didasarkan pada indikator Stochastic RSI yang menunjukkan kondisi overbought, meski IHSG telah berhasil menembus Moving Average 200 (MA200) di level 7.082. Meningkatnya volume jual juga menjadi pertimbangan dalam prediksi tersebut.

Sentimen global turut memengaruhi pergerakan IHSG. Para investor tengah menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Tiongkok kuartal II 2025, yang diperkirakan melambat menjadi 5,1 persen year on year (yoy), turun dari 5,4 persen yoy di kuartal sebelumnya. Data penjualan ritel dan produksi industri bulan Juni juga dinantikan, dengan proyeksi masing-masing tumbuh 5,6 persen yoy dan 5,6 persen yoy.
Dari Amerika Serikat, investor fokus pada data Consumer Price Index (CPI) bulan Juni 2025. Inflasi diperkirakan meningkat menjadi 2,7 persen yoy untuk CPI dan 3 persen yoy untuk core CPI.
Di pasar domestik, negosiasi pemerintah dengan AS dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pekan ini menjadi sorotan. Pasar berharap tercapainya kesepakatan dalam negosiasi tersebut sebelum 1 Agustus 2025, sementara konsensus pasar memperkirakan BI akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,25 persen. Dimulainya earning season kuartal II 2025 juga akan menjadi katalis penting bagi pergerakan IHSG ke depan.

