Faktual News Analisis terbaru dari Phintraco Sekuritas mengindikasikan potensi penguatan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, bahkan berpeluang menyentuh level psikologis 8.000. Namun, perlu kehati-hatian karena potensi aksi ambil untung jangka pendek menjelang libur panjang.
Secara teknikal, IHSG menunjukkan momentum positif. Pembentukan gap dan pencapaian rekor tertinggi baru menjadi sinyal kuat. Indikator MACD dan stochastic RSI juga masih menunjuk pada potensi kenaikan lanjutan. Meskipun demikian, Phintraco mencatat adanya indikasi distribusi, menunjukkan potensi profit taking. Kenaikan volume beli turut mendukung sentimen positif ini.

Kemarin, IHSG berhasil menutup perdagangan di zona hijau, menguat 0,49 persen ke level 7.931,25. Puncaknya, IHSG menyentuh rekor tertinggi baru di angka 7.973,98, melampaui rekor sebelumnya di tahun 2024. Sektor teknologi memimpin penguatan, sementara sektor infrastruktur mengalami koreksi.
Antusiasme investor masih terdorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan pencapaian rekor IHSG. Namun, potensi aksi ambil untung menjelang long weekend perlu diwaspadai.
Dari sisi global, investor akan mencermati data ekonomi Tiongkok, terutama data produksi industri bulan Juli yang diperkirakan melambat menjadi 5,9 persen year on year (yoy), dan data penjualan ritel yang diproyeksikan turun ke 4,6 persen yoy. Angka ini menjadi yang terendah sejak Februari 2025.
Sebagai rekomendasi, Phintraco Sekuritas menyoroti beberapa saham dengan potensi kenaikan, di antaranya PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Namun, investor tetap disarankan untuk melakukan analisis sendiri sebelum mengambil keputusan investasi.
