Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan pertama hari ini, Selasa (9/1), dengan performa yang menggembirakan. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini kokoh bertengger di level 8.960,23, mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 0,39 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 8.925,47.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi ini terpantau cukup dinamis. Berdasarkan data dari RTI Business, total 32,84 miliar saham berpindah tangan melalui 2,08 juta kali transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp15,21 triliun. Sentimen positif terlihat dari dominasi saham yang menguat, yakni sebanyak 358 saham. Sementara itu, 301 saham terkoreksi dan 153 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Penguatan IHSG ini didorong oleh kinerja cemerlang mayoritas sektor. Sektor siklikal menjadi motor penggerak utama dengan lonjakan 3,32 persen. Disusul oleh sektor properti yang tumbuh 1,73 persen, sektor energi menguat 1,64 persen, dan sektor kesehatan naik 1,42 persen. Sektor bahan baku juga turut berkontribusi dengan kenaikan 0,99 persen, diikuti sektor industrial 0,66 persen, sektor non-siklikal 0,36 persen, dan sektor transportasi 0,28 persen.
Namun, tidak semua sektor mampu mempertahankan momentum positif. Beberapa sektor harus rela terkoreksi, seperti sektor infrastruktur yang turun 1,30 persen, sektor teknologi melemah 0,25 persen, dan sektor keuangan yang sedikit tertekan 0,17 persen.
Sejalan dengan optimisme yang melanda pasar domestik, bursa-bursa utama Asia juga kompak menunjukkan penguatan. Indeks Nikkei 225 Tokyo melonjak 1,29 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai juga ikut naik 1,29 persen. Hanya Indeks Hang Seng Hong Kong yang sedikit terkoreksi 0,07 persen, menjadi anomali di tengah hijau pasar regional. Kinerja positif IHSG di awal tahun ini memberikan sinyal optimisme bagi para investor, terutama dengan dominasi sektor-sektor yang menunjukkan pertumbuhan signifikan.
