Faktual News Pasar saham Indonesia mengawali perdagangan Rabu dengan IHSG yang cenderung lesu, dibuka di angka 7.155,25. Pergerakan flat ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan menentukan arah suku bunga acuan. Data RTI Business mencatat transaksi pagi ini mencapai Rp295,26 miliar, melibatkan 416,29 juta saham dan 29 ribu kali transaksi. Meski demikian, pergerakan saham terbilang beragam; 76 saham melemah, 204 menguat, dan 253 stagnan.
Sebelumnya, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak variatif cenderung menguat, dengan support di kisaran 7.075-7.115 dan resistance 7.195-7.240. Analis melihat potensi sentimen negatif dari pelemahan indeks Wall Street dan meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah. Namun, kenaikan harga komoditas seperti minyak mentah, emas, dan batubara berpotensi menjadi penyeimbang.

Keputusan BI terkait suku bunga acuan, yang diperkirakan tetap di 5,50 persen, menjadi sorotan utama investor. CGS International Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham dengan potensi kenaikan, di antaranya Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), Aneka Tambang Tbk (ANTM), Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan BI dan dinamika pasar global.
