Faktual News melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi pertama perdagangan Selasa, 29 Juli 2025, dengan performa yang cukup baik. Meskipun sempat berfluktuasi, IHSG akhirnya menguat 0,12 persen, menutup perdagangan di level 7.624,25 dari posisi pembukaan 7.614,76. Data dari RTI Business menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi, dengan volume transaksi mencapai 16,07 miliar saham, frekuensi 997 ribu kali, dan nilai transaksi total Rp6,95 triliun.
Namun, di balik angka hijau tersebut terdapat dinamika yang menarik. Sebanyak 330 saham mengalami koreksi, sementara 262 saham menguat dan 207 saham stagnan. Kondisi ini menunjukkan adanya selektivitas dalam pergerakan IHSG. Penguatan IHSG didorong oleh kinerja positif mayoritas sektor, terutama infrastruktur (naik 1,11 persen), bahan baku (0,82 persen), keuangan (0,55 persen), non-siklikal (0,42 persen), teknologi (0,33 persen), dan energi (0,16 persen). Sebaliknya, sektor industri (-0,42 persen), transportasi (-0,35 persen), properti (-0,14 persen), siklikal (-0,13 persen), dan kesehatan (-0,07 persen) mengalami pelemahan.

Pergerakan IHSG ini juga menarik untuk dibandingkan dengan pergerakan indeks bursa Asia lainnya. Hang Seng Index dan Nikkei 225 Index mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 0,87 persen, sementara Shanghai Composite Index justru naik tipis 0,09 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG hari ini merupakan fenomena domestik yang cukup unik, terlepas dari tren regional yang cenderung beragam. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap faktor-faktor fundamental yang mendasari pergerakan IHSG tersebut.

