Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi (All Time High/ATH) pada penutupan sesi I perdagangan hari Jumat (5/12/2025). Indeks parkir di level 8.655,97, naik tipis 0,18% dari posisi sebelumnya di 8.640,19. Sempat menyentuh angka 8.689, laju IHSG kali ini didorong sentimen positif dari dalam negeri.
Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisisnya menyebutkan bahwa penguatan IHSG ditopang oleh peningkatan cadangan devisa Indonesia. Data terbaru menunjukkan cadangan devisa mencapai USD150,1 miliar pada November 2025, naik dari USD149,9 miliar pada bulan sebelumnya. Bank Indonesia (BI) meyakini bahwa peningkatan ini akan memperkuat ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Perdagangan sesi I mencatat volume transaksi yang cukup tinggi, yaitu 25,91 miliar saham dengan frekuensi 1,52 juta kali. Nilai transaksi mencapai Rp10,40 triliun. Secara keseluruhan, terdapat 368 saham yang mengalami kenaikan, sementara 280 saham terkoreksi, dan 150 saham stagnan.
Sektor industrial memimpin penguatan dengan kenaikan 3,83%, diikuti sektor transportasi (3,00%), infrastruktur (2,83%), dan siklikal (1,18%). Sektor keuangan, teknologi, energi, dan properti juga mencatatkan kenaikan, meskipun tidak signifikan. Sebaliknya, sektor kesehatan, bahan baku, dan non-siklikal mengalami penurunan.
Di bursa regional Asia, pergerakan indeks cenderung bervariasi. Hang Seng Index tercatat turun 0,07% dan Nikkei 225 melemah 1,18%. Sementara itu, Shanghai Composite Index naik tipis 0,07%.

