Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau lesu di penutupan sesi I perdagangan hari ini, (25/11). Indeks utama bursa saham Indonesia ini merosot ke level 8.505,82, terkoreksi tajam sebesar 0,75% dari posisi pembukaan di 8.570,25.
Aktivitas perdagangan menunjukkan volume yang cukup tinggi, dengan 33,19 miliar saham berpindah tangan dalam 1,54 juta transaksi. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp16,73 triliun. Sentimen negatif tampak mendominasi pasar, tercermin dari jumlah saham yang mengalami penurunan harga (352 saham) lebih banyak dibandingkan saham yang menguat (285 saham), sementara 170 saham stagnan.
Secara sektoral, mayoritas sektor mengalami tekanan. Sektor properti menjadi pemberat utama dengan penurunan 2,48%, diikuti sektor non-siklikal (-0,53%), sektor bahan baku (-0,36%), sektor infrastruktur dan transportasi (-0,17%), serta sektor keuangan yang terkoreksi tipis (-0,01%).
Hanya sebagian kecil sektor yang mampu mencatatkan kinerja positif, dipimpin oleh sektor industrial yang melonjak 2,59%. Sektor kesehatan juga menguat 0,64%, sektor siklikal naik 0,55%, sektor energi menguat 0,34%, dan sektor teknologi meningkat 0,17%.
Di sisi lain, bursa saham regional Asia justru menunjukkan tren yang berbeda. Indeks Shanghai Composite naik 0,88%, Nikkei 225 menguat 0,29%, dan Hang Seng juga terapresiasi 0,69%. Perbedaan arah pergerakan ini mengindikasikan adanya faktor-faktor domestik yang lebih mempengaruhi kinerja IHSG pada sesi perdagangan kali ini.
