Faktual News – Pasar modal Indonesia memulai hari dengan sentimen negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Rabu (27/3) pukul 09.00 WIB terpantau melemah signifikan sebesar 0,50 persen. Penurunan ini membawa IHSG bertengger di level 7.128,48, merosot dari posisi penutupan sebelumnya di 7.164,09.
Data dari RTI Business menunjukkan aktivitas pasar yang cukup dinamis meskipun indeks melemah. Hingga sesi awal perdagangan, total 325,09 juta saham telah berpindah tangan dalam 40 ribu kali frekuensi transaksi, dengan nilai total mencapai Rp313,67 miliar. Kondisi pasar mencerminkan dominasi tekanan jual, di mana 214 saham mengalami koreksi, sementara 145 saham berhasil menguat, dan 240 saham lainnya terpantau stagnan.
Pelemahan IHSG ini sejatinya telah diprediksi. Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia sebelumnya memang memproyeksikan indeks akan melanjutkan tren pelemahannya secara teknikal. Dalam riset yang dirilis pada 27 Maret 2026, analis CGS menyebutkan bahwa IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support 7.000-7.080 dan resistance 7.245-7.323.
Analis CGS lebih lanjut menguraikan beberapa sentimen negatif yang membebani pergerakan IHSG. Salah satunya adalah performa mayoritas indeks utama di Wall Street yang cenderung melemah, dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Tak hanya itu, tekanan jual (net sell) masif dari investor asing yang mencapai Rp1,92 triliun pada perdagangan kemarin turut menjadi faktor signifikan yang memengaruhi gerak pasar domestik hari ini.
Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, CGS International Sekuritas tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati investor. Saham-saham tersebut meliputi PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Selain itu, ada pula PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang masuk dalam daftar pantauan.
