Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama pada Selasa, 23 Desember 2025, dengan performa yang kurang memuaskan. Setelah sempat dibuka di zona hijau, IHSG berbalik arah dan ditutup melemah 0,37 persen, mengukuhkan posisinya di level 8.614,18. Penurunan ini terjadi setelah indeks sempat mencapai level 8.645,84 di awal sesi perdagangan.
Menurut data yang dihimpun dari RTI Business, aktivitas perdagangan sepanjang sesi I cukup ramai. Volume transaksi tercatat mencapai 23,09 miliar saham yang berpindah tangan melalui 1,74 juta kali frekuensi. Total nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai angka Rp14,54 triliun, menunjukkan partisipasi investor yang signifikan meskipun pasar cenderung lesu.
Sentimen negatif mendominasi pergerakan saham, tercermin dari banyaknya emiten yang terkoreksi. Sebanyak 348 saham mengalami penurunan harga, sementara 301 saham berhasil menguat, dan 154 saham lainnya tetap stagnan tanpa perubahan berarti.
Penurunan IHSG didorong oleh mayoritas sektor yang bergerak di zona merah. Sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan dengan koreksi tajam 1,00 persen. Disusul oleh sektor keuangan yang merosot 0,69 persen, sektor properti melemah 0,52 persen, sektor infrastruktur turun 0,33 persen, sektor non-siklikal anjlok 0,28 persen, dan sektor energi terkoreksi 0,21 persen.
Namun demikian, di tengah tekanan jual, beberapa sektor justru mampu menjadi penopang dan mencatatkan penguatan signifikan. Sektor siklikal memimpin kenaikan dengan lonjakan impresif 2,13 persen. Sektor industrial juga tampil perkasa dengan peningkatan 1,73 persen. Sementara itu, sektor bahan baku menguat 0,80 persen, sektor transportasi naik 0,19 persen, dan sektor teknologi bertumbuh tipis 0,15 persen, memberikan sedikit harapan di tengah koreksi pasar.
Di kancah regional, bursa-bursa utama Asia juga menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Nikkei 225 Tokyo terpantau melemah 0,08 persen dan Hang Seng Index Hong Kong merosot 0,11 persen. Berbeda dengan keduanya, Shanghai Composite Index Shanghai berhasil menguat tipis 0,05 persen, menunjukkan resistensi di pasar Tiongkok. Pergerakan IHSG yang berbalik arah ini menjadi sinyal bagi investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar menjelang penutupan tahun.
