Faktual News melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan hari Rabu, 25 Juni 2025, dengan penurunan mengejutkan. Setelah dibuka di angka 6.869,17, IHSG akhirnya parkir di level 6.838,72, mengalami koreksi 0,44 persen. Pergerakan ini cukup mengejutkan, mengingat sejumlah bursa saham Asia justru menunjukkan tren positif.
Data RTI Business mencatat transaksi cukup aktif dengan volume 11,65 miliar saham diperdagangkan, frekuensi 715 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp7,25 triliun. Meski demikian, jumlah saham yang terkoreksi (409 saham) jauh melampaui saham yang menguat (210 saham). Kondisi ini mengindikasikan sentimen pasar yang cenderung negatif.

Sektor-sektor unggulan justru menjadi penekan utama IHSG. Sektor bahan baku memimpin penurunan dengan koreksi 1,33 persen, disusul energi (-1,07 persen), properti (-0,98 persen), dan kesehatan (-0,81 persen). Sektor keuangan (-0,75 persen), industri (-0,64 persen), dan siklikal (-0,50 persen) juga turut memberikan kontribusi negatif. Hanya sektor transportasi (1,31 persen), teknologi (0,45 persen), non-siklikal (0,20 persen), dan infrastruktur (0,10 persen) yang mampu bertahan di zona hijau.
Ironisnya, pergerakan IHSG ini berbanding terbalik dengan performa bursa saham Asia lainnya. Hang Seng Index Hong Kong menanjak 0,89 persen, Nikkei 225 Tokyo naik 0,31 persen, dan Shanghai Composite Index menguat 0,43 persen. Kontras ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor spesifik yang menekan IHSG di tengah optimisme regional. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebab penurunan ini dan memprediksi pergerakan IHSG pada sesi berikutnya.
