faktual.news – Dunia bisnis Indonesia tengah dihebohkan oleh manuver berani Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang akrab disapa Haji Isam. Pengusaha ulung asal Kalimantan Selatan ini melalui entitasnya, PT Jhonlin Baratama, baru-baru ini meneken perjanjian jual beli saham bersyarat yang berpotensi mengubah peta kepemilikan di PT Bayan Resources Tbk BYAN. Targetnya tidak main-main, 10 miliar lembar saham milik taipan Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Tanah Air.
Low Tuck Kwong, yang tahun lalu menduduki peringkat keempat orang terkaya di Indonesia, memiliki pundi-pundi harta fantastis. Hingga pertengahan September, kekayaannya diperkirakan mencapai US$19 miliar, setara dengan ratusan triliun rupiah. Penandatanganan Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement antara Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan PT Jhonlin Baratama ini menjadi sorotan utama di Bursa Efek Indonesia. Perjanjian tersebut secara spesifik mengatur rencana pengalihan lebih dari 10 miliar saham biasa Bayan.

Namun, transaksi raksasa ini belum sepenuhnya final. Manajemen Bayan menegaskan bahwa penyelesaian akuisisi masih bergantung pada pemenuhan berbagai persyaratan dan kondisi pendahuluan yang harus dipenuhi kedua belah pihak. Setelah semua syarat terpenuhi, PT Jhonlin Baratama akan secara resmi menggenggam miliaran saham tersebut, menjadikannya pemegang saham signifikan di perusahaan batu bara tersebut. Sebelumnya, rumor beredar menyebut Haji Isam mengincar sekitar 62 persen saham Bayan dengan tawaran fantastis mencapai US$3 miliar, atau sekitar puluhan triliun rupiah.
Lantas, siapakah sosok Haji Isam yang kini menjadi magnet perhatian publik ini? Lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 1 Januari 1977, Haji Isam adalah otak di balik Jhonlin Group, konglomerasi raksasa dengan tentakel bisnis di berbagai sektor. Mulai dari pertambangan batu bara, perkebunan, energi, logistik, transportasi, hingga manufaktur, semua digarap serius oleh grup ini.
Perjalanan Haji Isam menuju puncak kesuksesan bukanlah jalan yang mulus. Ia mengawali kariernya dari titik nol, pernah melakoni profesi sebagai tukang ojek, sopir truk pengangkut kayu, hingga pekerja tambang. Setelah menamatkan pendidikan SMA pada 1996, keterbatasan biaya menghalanginya melanjutkan kuliah. Ia memilih bekerja keras sebagai sopir truk kayu selama tiga tahun, sebuah pengalaman yang membentuk mental baja dan ketajaman insting bisnisnya.
Dari pergaulan dengan para pengusaha lokal, Haji Isam mulai menyelami seluk-beluk bisnis pertambangan batu bara. Pada tahun 2003, ia mendirikan PT Jhonlin Baratama, cikal bakal Jhonlin Group yang kini membawahi sejumlah perusahaan besar seperti PT Jhonlin Marine and Shipping, PT Jhonlin Air Transport, PT Jhonlin Agromandiri, PT Jhonlin Batu Mandiri, dan Jhonlin Agro Raya.
Diversifikasi bisnis Jhonlin Group memang patut diacungi jempol. Selain tambang batu bara, mereka merambah jasa pelabuhan, bongkar muat di laut lepas, pelayaran, transportasi udara, pengolahan karet, minyak sawit, biodiesel, bahkan penyewaan jet pribadi. Salah satu permata di mahkota Jhonlin Group adalah PT Jhonlin Agro Raya, perusahaan biodiesel yang telah melantai di BEI sejak 2022, menawarkan miliaran saham kepada publik.
Tak berhenti di situ, Haji Isam juga merambah sektor gula. Pada 2017, ia membangun pabrik gula dan kebun tebu seluas 20 ribu hektare di Bombana, Sulawesi Tenggara, melalui PT Jhonlin Batu Mandiri. Proyek ambisius ini merupakan bagian dari upaya swasembada gula nasional. Pabrik gula yang dioperasikan oleh PT Alam Gemilang ini bahkan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2020. Setahun kemudian, Jokowi kembali meresmikan pabrik biodiesel milik Haji Isam, menunjukkan kedekatan dan dukungan pemerintah terhadap kiprah bisnisnya.
Di luar hiruk pikuk bisnis, Haji Isam juga dikenal memiliki ketertarikan mendalam pada dunia otomotif. Ia mengelola Jhonlin Racing Team yang memiliki fasilitas balap modern di Batulicin, Kalimantan Selatan.
Nama Haji Isam juga seringkali muncul dalam lingkaran politik dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai wakil bendahara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 dan sempat aktif di Partai Amanat Nasional PAN. Hubungannya yang baik dengan mantan presiden juga terlihat dari beberapa agenda peresmian proyek bisnisnya yang dihadiri langsung oleh Jokowi.
Pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Haji Isam juga beberapa kali terlihat hadir dalam agenda penting di Istana Negara. Salah satunya saat ia ikut dalam pertemuan dan makan siang Prabowo dengan para pengusaha Jepang beberapa waktu lalu, di mana Presiden Prabowo secara khusus memperkenalkan Haji Isam sebagai salah satu pengusaha terkemuka dari Kalimantan.
Pengakuan atas kontribusinya terhadap perekonomian nasional semakin menguat dengan pengangkatan dirinya sebagai Anggota Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri Kadin Indonesia untuk masa bakti 2024-2029. Puncaknya, ia menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo pada upacara penganugerahan di Istana Negara, baru-baru ini. Penghargaan ini diberikan atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional, membangun bisnis di sektor pertambangan, transportasi, dan infrastruktur, serta menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Selain itu, Haji Isam juga terlibat dalam proyek pembangunan jalan untuk mendukung cetak sawah di Merauke, sebuah proyek strategis nasional.


