Faktual News – Jakarta. Indonesia Crypto Exchange (ICEx) secara resmi memperkenalkan platform infrastruktur perdagangan aset kripto yang dirancang dengan standar institusional tinggi pada Kamis (2/4). Peluncuran ini menandai langkah strategis yang signifikan bagi Indonesia dalam mengukuhkan posisinya di kancah ekosistem aset keuangan digital global. Dalam operasionalnya, ICEx akan menjalin sinergi strategis dengan sebelas Penyelenggara Perdagangan Aset Kripto (PAKD) terkemuka di Indonesia, meliputi Triv, Tokocrypto, Indodax, Ajaib Kripto, Reku, Upbit Indonesia, Nanovest, FLOQ, OSL Indonesia, Samuel Kripto Indonesia, dan Mobee Indonesia.
CEO ICEx Group, Kai Pang, menjelaskan bahwa ICEx dibangun berdasarkan visi untuk mengoptimalkan potensi pasar domestik Indonesia. "Indonesia Crypto Exchange diluncurkan bersama 11 PAKD dengan dukungan modal awal sebesar USD70 juta. Kami memilih penamaan yang secara tegas merefleksikan identitas Indonesia sebagai kekuatan fundamental dalam pembangunan infrastruktur perdagangan aset kripto berstandar global," ujar Pang. Ia juga menambahkan bahwa ICEx tidak hanya mencerminkan identitas nasional, tetapi juga membawa ambisi global, dengan keyakinan bahwa ekosistem yang tangguh hanya dapat terbangun melalui kontribusi para pelaku yang memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika pasar.

Arsitektur Tiga Lapis untuk Stabilitas Pasar
ICEx mengusung arsitektur infrastruktur tiga lapis yang terintegrasi secara komprehensif. Pertama, bursa ICEx sendiri akan berfungsi sebagai entitas regulator dan pengawas pasar, layaknya peran bursa efek konvensional. Kedua, Crypto Asset Clearing International (CACI) mengemban tugas krusial dalam proses kliring dan penjaminan transaksi. Sedangkan ketiga, International Crypto Custodian (ICC) bertindak sebagai lembaga kustodian aset digital dengan standar institusional yang ketat.
Andi Nirwoto, CEO CACI, menekankan bahwa fungsi kliring merupakan elemen vital dalam menjaga stabilitas dan integritas transaksi. "Integrasi fungsi kliring sangat membantu meminimalisir risiko antarpihak serta menjamin kelancaran dan keamanan proses penyelesaian transaksi," jelasnya. Senada, CEO ICC, Septiyan Andika Isanta, menyoroti aspek keamanan dan transparansi sebagai pilar utama dalam membangun kepercayaan investor. "ICC menghadirkan infrastruktur penyimpanan aset digital yang kokoh, transparan, dan terpercaya, dengan prioritas pada kepatuhan regulasi serta standar keamanan global," tambahnya.
Mengukuhkan Posisi Indonesia di Kancah Global
Peluncuran ICEx diharapkan mampu mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam lanskap industri aset kripto regional, khususnya di kawasan ASEAN. Indonesia telah lama dikenal dengan tingkat adopsi aset kripto yang impresif di kalangan investor ritel. Melalui kontribusi kesebelas anggotanya, ICEx merepresentasikan kontribusi substansial terhadap total volume transaksi kripto nasional. Kehadiran platform ini diharapkan mampu mengerek level tata kelola pasar, mereduksi potensi risiko, dan pada akhirnya mempertebal kepercayaan investor. Dari sisi regulasi, ICEx juga memberikan kejelasan hubungan antara para pelaku industri dan otoritas pengawas dalam satu ekosistem yang berada di bawah supervisi langsung OJK, sehingga menciptakan landasan kepastian hukum yang jauh lebih kokoh.
Gabriel Rey, Founder dan CEO TRIV Group, menyambut positif inisiatif strategis ICEx ini. "Kami bangga dapat mendukung terbentuknya infrastruktur bursa kripto yang kuat secara institusional. Ini adalah langkah penting untuk mendorong gelombang inovasi sekaligus mengakselerasi pertumbuhan jumlah investor kripto di tanah air," pungkas Rey. Dengan demikian, ICEx tidak hanya menjadi sebuah platform, melainkan sebuah manifestasi komitmen Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam era keuangan digital global.

