Faktual News – Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal tegas kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk tidak ragu mencopot pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai jika kinerja instansi tersebut tidak kunjung membaik. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya yang berapi-api di Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang kuat, profesional, dan bebas korupsi. Ia menegaskan bahwa perbaikan tata kelola ekspor dan sistem perekonomian nasional harus berjalan seiring dengan pembenahan institusi negara. "Kita harus bertekad terus membangun pemerintah yang kuat, pemerintah yang profesional, pemerintah yang tidak korup. Kita harus bersama-sama menjaga semua," ujar Prabowo, menggarisbawahi komitmennya terhadap reformasi birokrasi.

Ketua Umum Partai Gerindra itu secara terbuka menyoroti keluhan para pengusaha yang kerap menjadi korban pungutan liar (pungli). Fenomena ini menjadi salah satu pendorong utama bagi Prabowo untuk mendesak para menteri, kepala badan, dan pimpinan lembaga pemerintah agar segera membersihkan birokrasi di bawah kepemimpinan mereka.
"Semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik. Kita harus menghilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan praktik-praktik yang menghambat perjalanan ekonomi kita," tegas Prabowo. Ia kemudian secara spesifik menunjuk Bea Cukai sebagai salah satu area yang memerlukan perhatian serius dan perbaikan fundamental.
Dengan nada lugas, Prabowo mempersilakan Menteri Keuangan Purbaya untuk mengganti pimpinan Bea Cukai apabila terbukti tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. "Saya ingatkan kembali, untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti," ucapnya, mengulang penegasannya dengan bobot yang tidak main-main.
Prabowo juga menyoroti mentalitas kerja pemerintah. "Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat. Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engke wae (bagaimana nanti). Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engke kumaha, bukan kumaha engke," jelasnya, menekankan urgensi dan proaktivitas dalam setiap kebijakan dan tindakan.
Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang ditemui di lokasi yang sama, ditanya mengenai kemungkinan pencopotan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama. Purbaya menyatakan akan menindaklanjuti perintah tersebut setelah melakukan pengecekan detail.
"Nanti kita lihat. Kalau itu perintah, saya akan kerjakan. Saya enggak bisa kalau enggak ada perintah, tapi saya akan cek dulu ya," ujar Purbaya, menunjukkan sikap hati-hati namun siap melaksanakan arahan Presiden. Ultimatum ini diperkirakan akan memicu gelombang reformasi di tubuh Bea Cukai, demi mewujudkan tata kelola yang lebih bersih dan efisien.


