Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (9/4) dengan langkah gontai, menutup sesi pertama di zona merah. Bursa domestik terpaksa menyerah pada tekanan jual, mengakhiri paruh pertama hari di level 7.268,03, mencatat pelemahan tipis 0,15% dari posisi pembukaan 7.279,20.
Data dari RTI Business menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai namun didominasi sentimen negatif. Sebanyak 16,63 miliar saham berpindah tangan dalam 1,33 juta kali transaksi, menghasilkan nilai transaksi yang mencapai Rp8,84 triliun. Sayangnya, dominasi koreksi terlihat jelas dengan 360 saham merosot, berbanding 275 saham yang berhasil menguat, sementara 173 saham lainnya stagnan.
Pelemahan IHSG tak lepas dari kinerja mayoritas sektor yang kompak melemah. Sektor industri menjadi pemicu utama koreksi dengan anjlok 1,73%, menunjukkan adanya tekanan signifikan pada sektor manufaktur dan terkait. Disusul oleh sektor keuangan yang terkoreksi 0,80%, sektor kesehatan 0,67%, dan sektor teknologi yang juga tak luput dari aksi jual dengan penurunan 0,60%.
Tren negatif turut menjangkiti sektor non-siklikal yang merosot 0,54%, sektor bahan baku turun 0,53%, sektor properti melemah 0,29%, serta sektor infrastruktur yang juga tergelincir 0,27%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sentimen negatif menyebar luas ke berbagai lini ekonomi.
Di tengah badai koreksi, beberapa sektor mampu menunjukkan ketahanan. Sektor energi menjadi bintang dengan kenaikan 1,17%, diikuti sektor siklikal yang tumbuh 0,86%, dan sektor transportasi yang menguat 0,41%. Kenaikan ini memberikan sedikit angin segar di tengah tekanan pasar.
Sentimen negatif yang menyelimuti bursa domestik juga tercermin di pasar regional. Indeks-indeks utama bursa Asia kompak ditutup melemah. Nikkei 225 Index Tokyo merosot 0,60%, Shanghai Composite Index Shanghai tertekan 0,64%, dan Hang Seng Index Hong Kong juga tak berdaya dengan pelemahan 0,23%. Kondisi global yang kurang kondusif turut menambah tekanan pada pergerakan IHSG.
