Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Rabu (13/3), dengan sentimen negatif yang cukup kuat. Pada penutupan sesi I, indeks acuan pasar modal Indonesia ini anjlok signifikan sebesar 1,81 persen, bertengger di level 7.228,94. Penurunan ini cukup mencolok mengingat IHSG dibuka pada posisi 7.362,11, menunjukkan tekanan jual yang mendominasi sejak awal sesi.
Berdasarkan data yang dihimpun dari RTI Business, aktivitas perdagangan di lantai bursa cukup ramai namun didominasi aksi jual. Sebanyak 16,72 miliar saham berpindah tangan dalam 942 juta kali transaksi, dengan total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp7,40 triliun. Kondisi ini mencerminkan dominasi sentimen negatif, di mana 595 saham mengalami koreksi, jauh melampaui 128 saham yang berhasil menguat, sementara 89 saham lainnya terpantau stagnan.
Pelemahan pasar tak pandang bulu, menyapu bersih seluruh sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Sektor transportasi menjadi yang paling terpukul dengan anjlok 3,04 persen. Disusul ketat oleh sektor industrial yang merosot 2,98 persen, sektor siklikal -2,79 persen, sektor infrastruktur -2,75 persen, dan sektor bahan baku -2,57 persen. Sektor energi juga tak luput dari tekanan, turun 1,85 persen.
Selanjutnya, sektor teknologi kehilangan 1,56 persen nilainya, sementara sektor non-siklikal terkoreksi 1,41 persen. Sektor properti melemah 1,16 persen, sektor kesehatan 0,86 persen, dan sektor keuangan, meskipun paling minim, tetap ditutup minus 0,44 persen.
Tren pelemahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Bursa-bursa utama di Asia juga kompak bergerak di zona merah. Indeks Nikkei 225 Tokyo anjlok 1,28 persen, Shanghai Composite Index di Shanghai merosot 0,22 persen, dan Hang Seng Index Hong Kong melemah 0,48 persen. Kondisi regional ini turut menambah tekanan pada pergerakan IHSG, mengindikasikan kekhawatiran pasar yang lebih luas. Investor kini menanti sentimen positif baru yang mampu menghentikan laju koreksi pasar.

