Faktual News – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 27 Maret 2026, ditutup dengan sentimen negatif yang kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah, mengakhiri sesi di level 7.097,05. Angka ini mencerminkan penurunan signifikan sebesar 0,94 persen dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di 7.164,09, menandai hari yang penuh tantangan bagi para pelaku pasar.
Berdasarkan data yang dihimpun dari RTI Business, dominasi tekanan jual terlihat jelas di sepanjang hari. Sebanyak 379 saham mengalami koreksi harga, jauh melampaui 274 saham yang berhasil mencatatkan penguatan. Sementara itu, 167 saham lainnya terpantau tidak mengalami perubahan nilai. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan total 19,80 miliar saham berpindah tangan dalam 1,39 juta kali frekuensi transaksi, menghasilkan nilai total sebesar Rp11,77 triliun.
Gelombang pelemahan tidak hanya menimpa IHSG secara keseluruhan. Seluruh indeks acuan domestik juga tak luput dari tekanan. Indeks IDX30 anjlok 1,88 persen, berakhir di level 390,96. Disusul oleh Indeks Sri-Kehati yang terkoreksi 1,79 persen menjadi 346,30. Indeks LQ45 juga melemah 1,74 persen ke 718,96, dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,30 persen, mencapai 471,88.
Mayoritas sektor industri turut menunjukkan kinerja yang lesu. Sektor infrastruktur menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 1,29 persen, diikuti sektor industrial (-1,27 persen), teknologi (-0,97 persen), dan keuangan (-0,56 persen). Sektor transportasi (-0,54 persen), bahan baku (-0,42 persen), siklikal (-0,33 persen), dan properti (-0,28 persen) juga memperpanjang daftar sektor yang melemah.
Di tengah gejolak pasar yang didominasi warna merah, hanya segelintir sektor yang mampu bertahan dan mencatatkan penguatan. Sektor energi memimpin dengan kenaikan 0,35 persen, diikuti sektor kesehatan yang menguat tipis 0,12 persen, dan sektor non-siklikal yang mencatatkan kenaikan minimal 0,01 persen.
Di antara saham-saham yang paling tertekan dan menjadi sorotan sebagai top losers hari ini adalah PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Agung Podomoro Land Tbk (IMPC), dan PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA). Sebaliknya, saham-saham yang berhasil mencuri perhatian investor dengan kenaikan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers adalah PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI).
Sementara itu, saham-saham yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan frekuensi transaksi meliputi PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bank Central Asia Tbk (BRMS).
Editor: Galih Pratama
