Faktual News – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan performa gemilang pada perdagangan Selasa, 11 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup melonjak signifikan, menembus level 8.290,96 poin, atau menguat 1,96 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 8.131,73 poin. Kinerja impresif ini menjadi sorotan utama para pelaku pasar dan investor.
Berdasarkan data statistik dari RTI Business, sentimen positif tampak mendominasi bursa hari itu. Tercatat sebanyak 544 saham berhasil menguat, jauh melampaui 156 saham yang terkoreksi, sementara 122 saham lainnya bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan juga sangat ramai, dengan total 62,05 miliar saham berpindah tangan dalam 3,40 juta kali frekuensi transaksi, menghasilkan nilai transaksi jumbo sebesar Rp29,80 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya minat dan kepercayaan investor terhadap pasar domestik.

Tak hanya IHSG, mayoritas indeks dalam negeri lainnya juga ikut bergairah dan ditutup di zona hijau. Indeks IDX30 naik 1,19 persen menjadi 436,03, LQ45 melesat 1,51 persen ke 841,94, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) bahkan memimpin dengan penguatan 2,68 persen mencapai 571,15. Hanya indeks Sri-Kehati yang sedikit terkoreksi 0,20 persen menjadi 381,63, menjadi satu-satunya yang bergerak melawan arus penguatan.
Optimisme pasar juga tercermin dari kinerja sektor-sektor ekonomi yang hampir seluruhnya ditutup menguat. Sektor energi menjadi bintang utama dengan kenaikan fantastis 5,95 persen. Disusul oleh sektor siklikal yang menguat 5,34 persen, industrial naik 3,92 persen, infrastruktur meningkat 3,85 persen, dan bahan baku menguat 3,00 persen. Sektor transportasi (+2,26%), properti (+1,52%), teknologi (+1,12%), kesehatan (+0,40%), dan non-siklikal (+0,02%) juga turut menyumbang penguatan, menandakan pemulihan dan prospek positif yang merata di berbagai lini ekonomi.
Namun, di tengah euforia penguatan, sektor keuangan menjadi satu-satunya yang mengalami tekanan, melemah 0,49 persen. Penurunan ini salah satunya dipengaruhi oleh koreksi harga saham emiten perbankan raksasa, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang turun 0,33 persen. Meskipun demikian, pelemahan di sektor ini tidak cukup untuk membendung laju penguatan IHSG secara keseluruhan.
Beberapa saham menjadi primadona dan pendorong utama kenaikan hari ini. Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Sementara itu, saham-saham yang mengalami koreksi terdalam dan menjadi top losers meliputi PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL). Di sisi lain, saham-saham paling aktif diperdagangkan, menunjukkan minat investor yang tinggi, adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Sentul City Tbk (BKSL).
Secara keseluruhan, kinerja pasar modal hari ini memberikan sinyal positif yang kuat bagi prospek ekonomi ke depan, dengan mayoritas sektor menunjukkan ketahanan dan potensi pertumbuhan yang menjanjikan di tengah dinamika global.
Editor: Galih Pratama

