Faktual News – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan total penjualan dan pendapatan usaha yang mencapai angka fantastis Rp3,57 triliun pada tahun buku 2025. Kinerja impresif ini mengukuhkan posisi APLN sebagai salah satu pemain kunci di industri properti nasional, meskipun diwarnai oleh dinamika laba kotor.
Secara lebih rinci, kontribusi terbesar terhadap pendapatan APLN berasal dari segmen pengakuan penjualan yang mencapai Rp2,21 triliun. Di antara berbagai lini bisnis, penjualan rumah tinggal tampil sebagai motor penggerak utama dengan sumbangan signifikan sebesar Rp1,06 triliun. Disusul kemudian oleh penjualan apartemen yang mencapai Rp588,18 miliar, penjualan tanah sebesar Rp247,18 miliar, dan penjualan properti komersial berupa rumah toko (ruko) yang menyumbang Rp243,49 miliar.

Tak kalah penting, pendapatan berulang (recurring income) juga menjadi pilar penopang kinerja Perseroan, dengan total Rp1,36 triliun. Sumber pendapatan ini berasal dari operasional hotel, penyewaan pusat perbelanjaan, serta berbagai pendapatan lainnya yang menunjukkan diversifikasi model bisnis APLN.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menjelaskan bahwa capaian sepanjang tahun 2025 ini menegaskan ketahanan model bisnis Perseroan yang solid. "Kami terus mengoptimalkan setiap aset agar dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kombinasi antara pengembangan proyek properti dan pengelolaan aset komersial menjadi kunci. Beberapa proyek properti kami juga mengalami peningkatan nilai yang luar biasa, sehingga menguntungkan perusahaan," ujar Justini dalam keterangan resmi yang diterima Faktual News pada Kamis, 19 Maret 2026.
Dibalik Penurunan Laba Kotor
Meski demikian, APLN mencatatkan laba kotor sebesar Rp1,47 triliun, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan Rp2,44 triliun pada tahun sebelumnya (2024). Penurunan ini, jelas Justini, utamanya disebabkan oleh divestasi aset strategis berupa hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention yang terjadi pada tahun 2024. Penjualan aset tersebut memberikan keuntungan non-recurring yang tidak terulang di tahun 2025.
Di sisi lain, Justini juga mengungkapkan bahwa nilai marketing sales APLN pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp1,41 triliun. Angka ini didapatkan dari berbagai proyek unggulan yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, menunjukkan daya tarik produk-produk APLN di pasar.
Ke depan, Perseroan akan memperkuat strategi pengembangan proyek yang selaras dengan dinamika dan kebutuhan pasar. Fokus utama akan diberikan pada hunian dan kawasan terpadu yang mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi masyarakat. "Kami melihat kebutuhan terhadap hunian di kelompok menengah masih tetap tinggi. Oleh karena itu, Perseroan akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen dan memastikan setiap proyek properti APLN mampu memberikan nilai yang terus meningkat," tutup Justini. Dengan strategi adaptif ini, APLN optimis dapat terus tumbuh berkelanjutan di tengah tantangan pasar properti.
