Faktual News melaporkan, Senin (23/6/2025) menjadi hari yang kelam bagi para investor di pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles cukup dalam, menorehkan penurunan signifikan sebesar 1,74 persen dan parkir di angka 6.787,14. Pergerakan ini merupakan pukulan telak setelah dibuka di level 6.907,13. Kondisi ini bukan hanya mengenai IHSG, tetapi juga seluruh indeks acuan dalam negeri yang kompak mengalami koreksi. IDX30, Sri-Kehati, LQ45, dan JII semuanya mencatatkan penurunan yang cukup signifikan.
Data dari RTI Business menunjukkan gambaran yang kurang menguntungkan. Lebih dari setengah jumlah saham yang diperdagangkan (533 saham) mengalami koreksi, sementara hanya 128 saham yang berhasil menguat. Volume perdagangan tercatat cukup tinggi, mencapai 25,39 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,79 triliun. Ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup intens meskipun didominasi oleh saham-saham yang melemah.

Pelemahan IHSG ini tak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, melainkan dampak dari penurunan di seluruh sektor. Sektor siklikal menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 3,36 persen, disusul sektor properti dan teknologi yang masing-masing turun 2,97 persen dan 2,54 persen. Sektor energi dan non-siklikal juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, masing-masing sebesar 2,16 persen dan 2,11 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan yang cukup luas di berbagai sektor ekonomi.
Di tengah situasi ini, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS) memimpin daftar saham dengan penurunan terdalam (top losers). Sementara itu, PT Surya Semesta Internusa Tbk (MREI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) menjadi top gainers. Aktivitas perdagangan paling ramai terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab utama penurunan IHSG dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Para pelaku pasar tentu berharap adanya pemulihan dalam waktu dekat.
